Hingga saat ini, hak pengelolaan Wakaf Baitul Asyi tetap berada dalam garis keturunan keluarga Abdullah Ba'id Al-Asyi, keturunan ulama yang dikenal dengan gelar Muhyiddin Al-Asyi, penerjemah kitab Lubabul Hadits karya Imam As-Suyuthi ke dalam bahasa Jawi.
Pada masa sekarang, berdasarkan penetapan Mahkamah Kerajaan Arab Saudi, jabatan Nazhir Wakaf Baitul Asyi diemban oleh Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Ghani bin Mahmud bin Abdul Ghani bin Umar bin Ahmad bin Abdullah Ba'id Al-Asyi, sebagai penerus Syaikh Dr. Munir bin Abdul Ghani Ba'id Al-Asyi. Dalam menjalankan amanah tersebut, beliau didampingi oleh Syaikh Dr. Abdul Latif Baltou.
Keberlanjutan pengelolaan wakaf oleh keluarga Abdullah Ba'id Al-Asyi selama lebih dari dua abad menjadi bukti terjaganya amanah besar yang diwariskan Habib Bugak Al-Asyi untuk kemaslahatan masyarakat Aceh di Tanah Suci. (*)
Baca juga: Dari Baitul Asyi ke Baitul Mal Aceh