Kamis, 11 Juni 2026

PT Trans Continent Lakukan Penggemukan 150 Sapi di Gorontalo, Targetkan Kapasitas 1.000 Ekor

Selain berorientasi pada penguatan pasokan daging nasional, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
PT Trans Continent mulai mengembangkan usaha penggemukan sapi di Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 

PT Trans Continent Lakukan Penggemukan 150 Sapi di Gorontalo, Targetkan Kapasitas 1.000 Ekor

SERAMBINEWS.COM, GORONTALO - PT Trans Continent mulai mengembangkan usaha penggemukan sapi di Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Saat ini perusahaan tersebut tengah memelihara sekitar 150 ekor sapi dan menargetkan kapasitas peternakan mencapai 1.000 ekor secara bertahap.

CEO PT Trans Continent, Dr Ismail Rasyid SE MMTr, mengatakan perusahaan telah membangun berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kandang, gudang pakan hingga lahan penanaman rumput sebagai sumber pakan ternak.

“Jenis sapi yang dipelihara antara lain sapi bali, sapi limousin, sapi simental, sapi brahman, dan lain-lain. Sekarang kami lagi ternak 150 sapi. Nanti ditambah menjadi 500 sapi. Kapasitas kandang untuk 1.000 sapi. Kita bergerak secara bertahap, berencana, dan terukur,” ungkapnya, Rabu (10/6/2026) di Gorontalo.

Menurut Ismail Rasyid, sapi yang digemukkan berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta sapi lokal Gorontalo.

Pengembangan peternakan dilakukan secara bertahap untuk pengumpulan dan pengiriman sapi serta menyesuaikan dengan penanaman pakan.

Selain berorientasi pada penguatan pasokan daging nasional, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Saat ini, sekitar 100 tenaga kerja lokal terlibat dalam berbagai aktivitas operasional, mulai dari penanaman rumput, penyediaan pakan, hingga perawatan ternak.

Pemilik PT Royal Indonesia itu menilai kebutuhan daging sapi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara itu, produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat sehingga Indonesia masih mengandalkan impor dari sejumlah negara, termasuk Australia.

“Permintaan sapi terus meningkat  dan kita butuh daging sehat dan bisa terjangkau oleh warga. Secara keseluruhan, Indonesia kekurangan stok daging sapi sehingga harus diimpor dari Australia dan negara lain,” papar anggota Wali Majelis Amanat Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Sejak 2024, PT Trans Continent telah mengoperasikan PT Trans Continent HUB Gorontalo yang melayani ekspor-impor komoditas dari Gorontalo.

Kawasan Sulawesi sangat cocok untuk penggemukan sapi dengan tersedianya pakan dari jagung yang ditanam tumpang sari dengan pohon kelapa.

Di sisi lain, semua pihak, termasuk Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail beserta jajarannya, serta warga, sangat mendukung keberadaan penggemukan sapi yang berdampak positif bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved