Jumat, 12 Juni 2026

Info Haji Aceh

Ulama Minta BMA Adopsi Pola Wakaf Produktif Baitul Asyi

Ulama kharismatik Aceh Abu Paya Pasi menyarankan agar Baitul Mal Aceh (BMA) mengadopsi pola wakaf produkti yang dipraktikkan Baitul Asyi

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews
MELAPORKAN DARI MEKKAH - Kontributor Serambi Indonesia, Hasan Basri M Nur, melaporkan suasana haji dan kegiatan jamaah haji Aceh dari Mekkah, Arab Saudi. 

HASAN BASRI M NUR, Kontributor Serambi Indonesia, Melaporkan dari Makkah

SERAMBINEWS.COM, MAKKAH - Ulama kharismatik Aceh Tgk H Muhammad Ali yang akrab disapa Abu Paya Pasi menyarankan agar Baitul Mal Aceh (BMA) mengadopsi pola wakaf produktif yang dipraktikkan oleh nazir Waqaf Habib Bugak Asyi (lebih dikenal Baitul Asyi) Makkah. Harapan itu disampaikan Abu Paya Pasi dalam pertemuan dengan Ketua Baitul Mal Aceh (BMA) Muhammad Yunus M Yusuf (Abon) dan penghubung Baitul Aceh Syeh Jamaluddin Asyi di Kantor Daerah Kerja Kemenhaj RI di Makkah, Selasa (9/6/2026).

Selama ini, kata Abu Paya Pasi, BMA lebih banyak mengelola dana zakat, shadaqah dan infaq. Abu mengharapkan agar BMA juga mengelola harta wakaf yang tidak produktif di Aceh dengan pola menguntungkan seperti yang praktikkan oleh Baitul Asyi. “Harta-harta waqaf yang selama ini terbengkalai di berbagai daerah di Aceh perlu diproduktifkan melalui Baitul Mal,” ujar Abu Paya Pasi yang juga Imam Besar Masjid Baiturrahman.

Lebih lanjut Abu Pasi mengatakan, pengelolaan harta wakaf dalam Islam tidak boleh vakum. Harta Khalifah Utsman bin Affan di Madinah masih selamat dan berkembang sampai sekarang. Demikian juga Waqaf Habib Bugak di Makkah terus berkembang dan membawa keuntungan bagi umat. Abu Paya Pasi juga meminta agar tanah Blang Padang yang merupakan harta wakaf Masjid Raya Baiturrahman dikembalikan agar dapat dikelola secara produktif. 

Ketua BMA Abon Yunus menyatakan pihaknya bersedia menggerakkan harta-harta wakaf, terutama yang terbengkalai yang terdapat di seluruh Aceh. Abon mengaku telah mempelajari pola pengelolaan Wakaf Habib Bugak dan dengan dukungan Pemda bersedia untuk mengadopsi modelnya di BMA.

Dalam kesempatan itu, Syeh Jamal menjelaskan beberapa aset Wakaf Habib Bugak di Makkah yang terus berkembang dari masa ke masa dan sanggup mengucurkan dana kompensasi penginapan bagi setiap jamaah haji asal Aceh setiap tahun. Tahun 2026 dikucurkan dana sebesar Rp 54 miliar dan dibagi 2.000 SAR (sekitar Rp 9,4 juta) per jamaah.

Saat ini, terdapat lima aset Waqaf Habib Bugak, yaitu dua hotel bintang 5, satu hotel melati dan dua apartemen. Aset berbentuk hotel bintang 5 adalah Prestige Ajyad Hotel dan Almassa Grand Hotel yang terletak berdekatan Masjidil Haram. “Dua hotel bintang 5 aset Wakaf Habib Bugak Asyi di Ajyad Makkah yang jaraknya hanya 300 dan 500 meter dari Masjidil Haram,” ujar Syeh Jamal.

Selanjutnya, satu unit hotel berkapasitas 750 orang di kawasan Aziziyah (sekitar 3 KM dari Masjidil Haram), satu ada apartemen lima lantai di Syaukiyah (dibeli tahun 2016, jarak 5 km dari Masjid Haram) dan satu apartemen sebagai tempat tinggal orang Aceh merangkap kantor wakaf.

Hotel yang berdekatan dengan Masjidil Haram dibangun oleh investor dengan perjanjian akan dikembalikan setelah 20 tahun dipakai. Sekarang semua aset hotel tersebut kini telah utuh menjadi milik lembaga Wakaf Habib Bugak Asyi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved