Berita Nasional

Eko Patrio Bikin Geger, Zulhas Terbitkan Maklumat: Larang Anggota DPR PAN Arogan dan Pamer Kekayaan

Zulhas meminta para anggota dewan PAN untuk berperilaku sesuai kepatutan, peka terhadap situasi, penuh empati, serta rendah hati.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Instagram Partai PAN
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), mengeluarkan maklumat kepada seluruh anggota DPR dan DPRD PAN, Sabtu (30/8/2025) 

Video itu disertai dengan tulisan yang menyinggung kontroversi sebelumnya.

"Biar jogednya lebih keren pakai sound ini aja," tulis Eko.

Menurut Eko, video parodi itu dibuat tanpa maksud buruk. 

Apalagi menantang rakyat seperti yang selama ini dituduhkan. 

Eko pun meminta maaf karena video tersebut melukai masyarakat.

"Enggak ada (maksud apa-apa). Malah jauh banget itu (tafsirnya). Seandainya ada yang bagaimana-bagaimana, ya saya sebagai pribadi minta maaflah," ujar Eko di Senayan Park, Jakarta, Minggu (24/8/2025) malam.

JK Sebut Aksi Demo di Indonesia karena Tingkah Laku DPR

Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini lebih banyak dipicu oleh masalah dalam negeri, bukan karena ditunggangi pihak asing.

Menurut JK, potensi adanya pemicu dari luar tetap ada, namun hal itu tidak akan menimbulkan gejolak apabila kondisi di dalam negeri baik-baik saja.

"Saya kira bisa saja ada (pemicu dari luar), tapi lebih banyak disebabkan oleh masalah kita sendiri," kata JK dalam program Gaspol Kompas.com yang tayang pada Sabtu (30/8/2025).

"Karena walaupun ada dari luar, kalau tidak ada situasi yang memicu (dari dalam), juga tidak terjadi," sambungnya.

JK menilai, maraknya unjuk rasa saat ini merupakan akumulasi dari kemarahan masyarakat akibat kondisi ekonomi yang sulit serta tingkah laku anggota DPR yang dinilai kerap menyulut emosi publik.

"Dari pihak rakyat itu banyak yang menganggur, banyak yang susah,”

“Kemudian, ngomongan lagi anggota DPR mengatakan tolol. Ini semua menyebabkan penyebab (demo)," kata JK.

Ia juga menyinggung insiden tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, yang semakin memperburuk situasi di lapangan.

Meski demikian, JK mengimbau agar seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved