Minggu, 26 April 2026

10 Negara Termalas di Dunia, Warga Indonesia Nomor 1

Indonesia menduduki puncak daftar negara paling tidak aktif dengan rata-rata langkah harian terendah, hanya mencatat rata-rata 3.513 langkah per hari.

Editor: Nurul Hayati
lifestyle.kompas.com
ILUSTRASI - Tidur setelah makan. Indonesia menduduki peringkat pertama negara yang warganya paling malas di dunia. 

Indonesia menduduki puncak daftar negara paling tidak aktif dengan rata-rata langkah harian terendah, hanya mencatat rata-rata 3.513 langkah per hari.

SERAMBINEWS.COM - Istilah “negara paling malas” biasanya merujuk pada gaya hidup tidak aktif secara fisik. 

Studi terbaru dari Universitas Stanford yang dipublikasikan di jurnal Nature menganalisis data dari lebih dari 700.000 orang di 46 negara menggunakan pelacak langkah harian dari ponsel pintar.

Berikut adalah kriteria utama yang digunakan untuk menentukan tingkat kemalasan suatu negara:

Rata-rata Langkah Harian

Negara dengan jumlah langkah kaki harian paling rendah dianggap paling tidak aktif.

Contoh: Indonesia hanya mencatat 3.513 langkah per hari, jauh di bawah standar WHO yaitu 5.000 langkah

Infrastruktur Pendukung Aktivitas Fisik

Minimnya trotoar, taman kota, jalur sepeda, dan transportasi publik yang ramah pejalan kaki.
Kemacetan dan urbanisasi ekstrem membuat warga lebih memilih kendaraan pribadi.

Faktor Iklim dan Budaya

Negara dengan iklim ekstrem (panas atau dingin) cenderung memiliki warga yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Budaya yang mendorong kenyamanan dan gaya hidup sedentari (banyak duduk) juga berpengaruh.

Ketergantungan pada Teknologi dan Kendaraan

Warga lebih memilih naik kendaraan bahkan untuk jarak pendek.

Ketergantungan pada layanan digital dan otomasi mengurangi kebutuhan bergerak.

Prevalensi Obesitas dan Penyakit Terkait

Gaya hidup tidak aktif berkorelasi dengan tingginya angka obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Kurangnya aktivitas fisik berkaitan erat dengan risiko obesitas dan kondisi kesehatan terkait.

Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan minimal 150 menit olahraga per minggu, beberapa orang, termasuk masyarakat Indonesia, dianggap gagal memenuhi standar ini.

Pada 2024 lalu, Universitas Stanford, Amerika Serikat, melakukan studi yang mengungkap beberapa wawasan mengejutkan tentang ketidakaktifan orang-orang di seluruh dunia setelah menganalisis data dari lebih dari 700.000 orang di 46 negara.

Studi ini menggunakan ponsel pintar untuk melacak langkah harian orang-orang di wilayah tersebut.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature ini menyoroti kesenjangan aktivitas fisik di seluruh dunia.

Menurut studi tersebut, beberapa negara memiliki rata-rata langkah harian yang sangat rendah di antara warganya, yang mengindikasikan gaya hidup yang sangat tidak aktif.

Studi ini telah memberi peringkat semua daerah berdasarkan aktivitas pejalan kaki harian dan menampilkannya dalam daftar negara paling tidak aktif.

Dilansir laman Business Standard, berikut negara-negara dengan gaya hidup paling tidak aktif atau malas di dunia:

1. Indonesia
 
Indonesia menduduki puncak daftar negara paling tidak aktif dengan rata-rata langkah harian terendah, hanya mencatat rata-rata 3.513 langkah per hari.

Indonesia menghadapi masalah kemacetan perkotaan dan terbatasnya infrastruktur pejalan kaki yang berkontribusi pada rendahnya tingkat aktivitas.

Studi ini menyoroti perlunya inisiatif kesehatan masyarakat yang lebih baik untuk mendorong lebih banyak aktivitas fisik di kalangan masyarakat Indonesia.

2. Arab Saudi
Negara kedua dalam daftar ini adalah Arab Saudi dengan rata-rata 3.807 langkah per hari.

Rendahnya aktivitas fisik disebabkan oleh iklim panas dan faktor budaya.

Masyarakat di negara ini lebih suka berdiam di dalam ruangan, terutama selama musim panas yang terik, sehingga gaya hidup mereka lebih banyak duduk.

 Pemerintah berupaya mempromosikan aktivitas fisik, olahraga luar ruangan, dan menyelenggarakan kampanye kesadaran publik untuk mengatasi masalah ini.

3. Malaysia
Malaysia melaporkan rata-rata langkah harian sebesar 3.963 langkah karena urbanisasi, dan preferensi mereka terhadap transportasi bermotor merupakan alasan utama di balik tren ini.

Kota-kota besar dengan kemacetan lalu lintas yang tinggi membuat berjalan kaki kurang menarik.

Laporan menyatakan bahwa inisiatif kesehatan masyarakat yang bertujuan mendorong berjalan kaki dan pembangunan infrastruktur yang ramah pejalan kaki membantu meningkatkan tingkat aktivitas fisik di Malaysia.

4. Filipina
Filipina mencatat 4.008 langkah per hari, menempatkannya di antara negara-negara dengan tingkat aktivitas rendah.

Urbanisasi dan faktor sosial-ekonomi memainkan peran penting dalam tren ini.

Kota-kota seperti Manila dan Cebu menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas yang tinggi dan terbatasnya infrastruktur pejalan kaki.

Para ahli menyarankan untuk mempromosikan jalan kaki dan bersepeda guna meningkatkan tingkat aktivitas fisik warga Filipina.

5. Afrika Selatan
Afrika Selatan berada di peringkat kelima dengan rata-rata langkah harian 4.105.

Keragaman geografi dan disparitas sosial-ekonomi negara ini berkontribusi pada beragamnya tingkat aktivitas fisik.

Aktivitas fisik di wilayah perkotaan lebih rendah dibandingkan dengan wilayah pedesaan.

6. Mesir
Mesir juga masuk dalam daftar negara paling tidak aktif di dunia dengan rata-rata 4.315 langkah per hari.

Iklim panas dan urbanisasi juga berperan penting dalam rendahnya tingkat aktivitas.

Beberapa kota besar di negara ini menghadapi kemacetan lalu lintas yang tinggi, dan kampanye kesadaran serta pengembangan ruang ramah pejalan kaki membantu meningkatkan tingkat aktivitas di Mesir.

7. Brasil
Dengan rata-rata 4.289 langkah per hari, Brasil berada di peringkat rendah dalam hal aktivitas fisik.

Lanskap negara yang beragam dan disparitas sosial-ekonomi berkontribusi pada beragamnya tingkat aktivitas.

Wilayah perkotaan seperti Sao Paulo dan Rio de Janeiro menunjukkan tingkat aktivitas yang rendah dibandingkan dengan wilayah pedesaan.

Laporan menyatakan bahwa kampanye kesehatan masyarakat dan pengembangan ruang rekreasi dapat membantu mendorong lebih banyak aktivitas fisik di kalangan warga Brasil.

8. India
India juga termasuk dalam daftar negara paling tidak aktif di dunia, dengan rata-rata langkah harian sebesar 4.297.

Studi tersebut mengklaim bahwa urbanisasi dan perubahan gaya hidup berperan penting dalam rendahnya tingkat aktivitas penduduk India.

Kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi, dan Bangalore menunjukkan penurunan aktivitas fisik yang signifikan di antara penduduknya setelah penduduknya lebih mengandalkan transportasi bermotor daripada berjalan kaki, menurut laporan tersebut.

9. Meksiko
Meksiko mencatat rekor rata-rata 4.692, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat aktivitas terendah di dunia.

Urbanisasi dan faktor sosial-ekonomi berperan penting dalam tren ini.

Banyak kota di negara-negara seperti Mexico City dan Guadalajara menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas yang tinggi dan terbatasnya infrastruktur pejalan kaki.

Berbagai sumber mengklaim bahwa sebagian besar tenaga kerja Meksiko bekerja di sektor informal, yang memengaruhi persepsi produktivitas.

10. Amerika Serikat
Amerika Serikat berada di peringkat ke-10 dengan rata-rata 4.774 langkah per hari, menjadikannya masuk dalam daftar negara paling tidak aktif.

Meskipun merupakan negara maju, prevalensi pekerjaan yang tidak banyak bergerak dan ketergantungan pada mobil sebagai transportasi berkontribusi pada rendahnya tingkat aktivitas fisik penduduknya.

Kota-kota seperti New York dan Los Angeles menunjukkan variasi aktivitas yang signifikan, dengan beberapa lingkungan lebih mudah dilalui dengan berjalan kaki dibandingkan yang lain.

Data terbaru menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan masyarakat mendorong program kesejahteraan di tempat kerja dan meningkatkan jumlah langkah harian warga Amerika.

Faktor Struktural dan Sosial
Dikutip dari laman seasia, rendahnya aktivitas berjalan kaki di Indonesia bukan semata-mata karena pilihan pribadi atau kemalasan.

Permasalahan infrastruktur, seperti kurangnya jalan yang ramah pejalan kaki dan terbatasnya trotoar, menghambat minat berjalan kaki.

Perencanaan kota di banyak daerah memprioritaskan kendaraan, sehingga pejalan kaki hanya memiliki sedikit ruang yang aman dan mudah diakses untuk berjalan kaki.

Faktor ekonomi juga turut berkontribusi terhadap masalah ini.

Kredit sepeda motor yang terjangkau telah menjadikan transportasi bermotor pilihan yang lebih menarik bagi banyak orang Indonesia, sehingga semakin mengurangi ketergantungan mereka pada berjalan kaki.

Pergeseran ke arah kendaraan bermotor ini menyoroti interaksi antara aksesibilitas ekonomi dan tingkat aktivitas fisik.

Peningkatan infrastruktur merupakan langkah krusial untuk meningkatkan tingkat pejalan kaki di Indonesia.

Pembangunan trotoar, penciptaan ruang perkotaan yang ramah pejalan kaki, dan peningkatan aksesibilitas transportasi umum dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki.

Langkah-langkah ini tidak hanya mendorong aktivitas fisik, tetapi juga meningkatkan mobilitas perkotaan secara keseluruhan.

Selain pembangunan infrastruktur, inisiatif masyarakat dapat membantu mendorong gaya hidup aktif.

Sekolah, tempat kerja, dan organisasi lokal dapat menerapkan program jalan kaki dan kampanye kesadaran untuk mendorong aktivitas fisik sehari-hari.

Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan jangka panjang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 10 Negara Paling Malas di Dunia: Indonesia Duduki Peringkat Teratas, Disusul Arab Saudi dan Malaysia, 
 


 
     
 


 
 


 
     
 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved