Konflik Palestina vs Israel
Israel Gagal Bunuh Pemimpin Hamas di Qatar Usai Bombardir Doha
Serangan udara dadakan itu dilakukan Israel untuk membunuh para pemimpin Hamas yang melakukan pertemuan di Doha.
SERAMBINEWS.COM - Demi membunuh pemimpin Hamas, Israel rela mempertaruhkan hubungannya dengan Amerika Serikat (AS).
Israel telah melakukan serangan udara dadakan di wilayah Ibu Kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9/2025).
Serangan udara dadakan itu dilakukan Israel untuk membunuh para pemimpin Hamas yang melakukan pertemuan di Doha.
Tindakan Israel ini telah mendapatkan kecaman keras di Timur Tengah dan sekitarnya, karena dianggap bisa meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Sudah mempertaruhkan segalanya, namun Israel tetap saja gagal membunuh pemimpin Hamas.
Dikutip dari Al Jazeera, dalam pernyataan resminya, Hamas mengatakan pemimpinnya selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan Israel.
Serangan Israel, kata Hamas, dimaksudkan untuk menggagalkan perundingan pertukaran tahanan dan negosiasi gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Gaza.
"Ini sekali lagi menunjukkan sifat kriminal pendudukan dan keinginannya untuk merusak peluang mencapai kesepakatan," kata Hamas.
Baca juga: VIDEO - Gila! Trump Ngamuk Israel Hantam Qatar, Pejabat AS Cuma Geleng-geleng Kepala
Hamas menggambarkan serangan itu sebagai “kejahatan keji, agresi terang-terangan, dan pelanggaran mencolok terhadap semua norma dan hukum internasional”.
Kelompok tersebut mengonfirmasi bahwa setidaknya enam orang, termasuk putra dan salah satu ajudan pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, tewas dalam serangan Israel.
Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan bahwa seorang petugas keamanan termasuk di antara mereka yang tewas.
Sebelumnya, seorang anggota biro politik Hamas, Suhail al-Hindi, mengatakan kelompok Palestina itu menganggap pemerintah AS bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang dikutuk “dengan sekeras-kerasnya” oleh Kementerian Luar Negeri Qatar.
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, juga mengecam "serangan kriminal sembrono" Israel di Doha melalui panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
"Serangan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan keamanan," ujar Sheikh Tamim dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
Para pemimpin Hamas, kata al-Hindi, bertemu dengan pandangan positif terhadap usulan gencatan senjata terbaru AS untuk mengakhiri perang di Gaza.
| Israel Serang Kendaraan Polisi di Gaza, 5 Orang Tewas Termasuk Balita |
|
|---|
| Mohammed Wishah Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza |
|
|---|
| Israel Perluas Kendali di Tepi Barat, Menteri Zionis: Kami Terus Membunuh Gagasan Negara Palestina |
|
|---|
| Trump Kecam Rencana Israel Caplok Tepi Barat Palestina |
|
|---|
| Serangan Terbaru Israel Tewaskan 30 Warga Gaza, Korban Harian Tertinggi Sejak Gencatan Oktober 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Asap-membumbung-tinggi-setelah-jet-Israel-melakukan-serangan-udara-di-Ibu-Kota-Qatar-Doha.jpg)