Senin, 13 April 2026

Berita Internasional

Cerdik! Presiden Madagaskar Gercep Bubarkan Parlemen sebelum Dimakzulan

Dalam pernyataan tersebut, dekrit pembubaran parlemen disebut berlaku seketika setelah diumumkan melalui radio dan televisi nasional.

Editor: Saifullah
WFP
KONFLIK MADAGASKAR - Konflik politik di Madagaskar telah menyebabkan himpitan ekonomi makin berat hingga memaksa anak-anak harus mengantre untuk mendapatkan makanan. 

Cerdiknya, keputusan kontroversial tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum oposisi dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk memakzulkannya dari kursi kepresidenan.

SERAMBINEWS.COM, ANTANANARIVO – Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina mengambil langkah ekstrem dengan membubarkan Majelis Nasional pada Selasa, 14 Oktober 2025. 

Langkah berani, bahkan tergolong nekat ini diambil Andri di tengah gejolak politik yang semakin tak terkendali,

Cerdiknya, keputusan kontroversial tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum oposisi dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk memakzulkannya dari kursi kepresidenan.

Langkah pembubaran parlemen diumumkan melalui siaran resmi dan unggahan di media sosial kepresidenan. 

Dalam pernyataan tersebut, dekrit pembubaran parlemen disebut berlaku seketika setelah diumumkan melalui radio dan televisi nasional.

Ketegangan Politik

Madagaskar telah dilanda demonstrasi besar-besaran selama lebih dari dua pekan terakhir, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di berbagai wilayah. 

Baca juga: Kisah Candy, Mahasiswi Non-Muslim dari Madagaskar Jadi Lulusan Terbaik di UIN Jakarta

Aksi protes dipimpin oleh kelompok muda, terutama dari generasi Z, yang menuntut perubahan menyeluruh dalam pemerintahan.

Presiden Rajoelina, yang kini berusia 51 tahun, menolak mundur dan menyatakan bahwa pembubaran parlemen adalah langkah untuk mengembalikan stabilitas dan memperkuat demokrasi.

“Rakyat harus kembali didengar. Beri jalan bagi kaum muda,” tulisnya dalam unggahan media sosial.

Namun, ajakan dialog dari pemerintah ditolak mentah-mentah oleh para demonstran.

Pada pendemo malah menuduh elite penguasa gagal mengatasi kemiskinan dan korupsi yang semakin memperburuk kondisi negara kepulauan di Samudra Hindia tersebut.

Baca juga: Misteri Malaysia Airlines MH370, Temuan Puing Pesawat di Madagaskar dan Teori Pilot Bunuh Diri

Di sisi lain, kubu oposisi yang dipimpin oleh Siteny Randrianasoloniaiko telah merancang pemungutan suara untuk memakzulkan Rajoelina. 

Mereka menuduh sang presiden mengabaikan tanggung jawab kenegaraan, terutama setelah beredar kabar bahwa ia sempat meninggalkan negara di tengah krisis.

“Kami akan memakzulkannya karena telah meninggalkan tanggung jawabnya terhadap rakyat,” ujar Siteny.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved