Sabtu, 25 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Dunia Melesat ke Level Tertinggi, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS Meledak

Harga emas dunia kembali menguat dan mendekati level tertinggi dalam hampir dua minggu pada Rabu (26/11/2025).

|
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
HARGA EMAS - Harga emas dunia kembali menguat dan mendekati level tertinggi dalam hampir dua minggu pada Rabu (26/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Harga emas dunia kembali menguat dan mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan pada Rabu (26/11/2025).
  • Pergerakan harga emas ini ikut didorong oleh pelemahan dolar AS serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan, sehingga memperbesar peluang kebijakan moneter longgar.
  • Data tersebut menandakan mulai melemahnya tekanan inflasi, yang menjadi sinyal positif bagi The Fed untuk segera memangkas suku bunga.

 

 

SERAMBINEWS.COM – Harga emas dunia kembali menguat dan mendekati level tertinggi dalam hampir dua minggu pada Rabu (26/11/2025).

Kenaikan ini dipicu oleh semakin kuatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada Desember mendatang.

Pergerakan harga emas ini ikut didorong oleh pelemahan dolar AS serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan, sehingga memperbesar peluang kebijakan moneter longgar.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis, Catat Daftar Harga Emas Edisi 26 November 2025

Harga Emas Naik Signifikan

Harga emas spot naik 0,8 persen menjadi 4.161,10 dolar AS per ounce.

Angka ini menjadi level tertinggi sejak 14 November 2025.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember tercatat sedikit lebih rendah, yakni berada di posisi 4.159 dolar AS per ounce.

Meski kontrak berjangka bergerak tipis, sentimen keseluruhan pasar tetap mengarah pada penguatan harga emas.

Pemicu Utama Kenaikan Harga

Kenaikan ini tak lepas dari rangkaian data ekonomi AS yang dirilis baru-baru ini.

 Penjualan ritel AS pada Oktober tercatat tumbuh lebih rendah dari perkiraan. Selain itu, angka inflasi produsen (PPI) hanya naik 2,7 persen, lebih rendah dari ekspektasi.

Data tersebut menandakan mulai melemahnya tekanan inflasi, yang menjadi sinyal positif bagi The Fed untuk segera memangkas suku bunga.

Peluang pemangkasan suku bunga semakin diperkuat oleh pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang belakangan menunjukkan sikap dovish.

Berdasarkan alat pemantau CME Group FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada Desember melonjak hingga 84 persen.

Angka ini jauh meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya sekitar 50 persen.

Baca juga: Update Harga Emas di Aceh: Banda Aceh, Abdya, Langsa hingga Lhokseumawe Kompak Naik

Dolar Melemah, Emas Kian Menggiurkan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved