Kupi Beungoh
Menginisiasi Taks Force Reinkarnasi Kejayaan Sumatra Pasca-Badai Siklon Senyar 2025
Bumi Sumatra telah dirusak oleh tangan-tangan jahil. Sumatra kini jatuh ke titik nadir. Darah, air mata dan suara tangisan terdengar di mana-mana.
Oleh: Maysarah
Menarik membaca artikel opini yang ditulis oleh Hasan Basri M. Nur PhD di Serambi Indonesia edisi 05 Desember 2025 berjudul: “Siklon Tropis Senyar 2025 dan Momentum Aceh, Sumut, Sumbar Maju”.
Hasan Basri mendorong para Gubernur Aceh, Sumut dan Sumbar untuk meyakinkan Presiden RI agar menetapkan ketiga wilayah itu sebagai wilayah bencana nasional dan menerima uluran tangan asing untuk melakukan rekonstruksi Sumatra.
Tulisan ini hendak menyambung artikel tersebut dengan menawarkan ide inisiasi task force (gugus tugas) dalam upaya reinkarnasi (kebankitan kembali) kegemilangan Sumatra pasca badai Siklon Senyar 2025.
Sumatra: Tanah Emas
Dalam catatan Ptolemeus, Sumatra dikenal sebagai Taprobana—bagian dari “tanah emas”. Sejak era Sriwijaya hingga Majapahit, Selat Malaka menjadi jalur emas yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan.
Sumatra merupakan pulau sangat strategis yang sejak di jalur penting dan padat di Selat Melaka. Letaknya setara strategis dengan Semenanjung Malaysia.
Bahkan, pada masa kesultan Melayu masa lampau, beberapa bagian dari Sumatra menyatu dalam satu negara.
Contohnya, Kesultanan Johor yang memiliki wilayah kekuasaan hingga Riau dan Kepri, atau Kerajaan Aceh Darussalam yang memiliki hegemoni hingga Pahang dan Melaka.
Selat Melaku pun pernah jaya menjadi milik dunia Melayu Islam sebelum dipisahkan oleh persekongkolan penjajah Inggris dan Belanda melalui Anglo-Dutch Treaty of 1824 atau dikenal sebagai Traktat London 1824.
Selat Melaka sendiri yang membentang sepanjang 800 km dengan bentuk menyerupai corong— merupakan jalur air vital yang menghubungkan berbagai peradaban, seperti dicatat oleh Britannica:https://www.britannica.com.
Sumatra juga dianugerahi kekayaan alam luar biasa. Sumatra memiliki SDA meliputi sektor perkebunan (karet, kopi, sawit, teh, kayu manis), kehutanan (kayu, rotan, getah), pertambangan (minyak, gas, batu bara), dan pariwisata (Danau Toba, Lembah Harau, Danau Lut Tawar, dan lainnya).
Baca juga: Demi Pilpres 2029, Pengamat Nilai Pejabat Cari Panggung di Bencana Sumatera, Sentil AHY-Gibran
Sumatra: Tanah Inisiator
Dari sisi manusia, Sumatra adalah rumah bagi banyak inisiator dan tokoh besar yang membentuk Indonesia modern.
Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Mr Muhammad Hasan, hingga Tan Malaka adalah intelektual Sumatra yang menjadi motor pemikiran kemerdekaan.
| Alue Naga: Menemukan Ketenangan dalam Kesederhanaan |
|
|---|
| Refleksi Lima Tahun Blok B: Saatnya Aceh Menuntut Trasparansi dan Keadilan Distributif |
|
|---|
| Pelajaran Tangkulo dari Kebun Pak Yusuf |
|
|---|
| Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi |
|
|---|
| Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Maysarah-alumnus-Pascasarjana-UIN-Ar-Raniry-6.jpg)