Minggu, 19 April 2026

Pojok Humam Hamid

Perang Iran vs AS dan Israel: Bukti Hidup Negara Peradaban 

Ketika Iran menanggapi dengan drone murah, rudal lokal, atau gangguan jalur energi, apa yang Barat keluarkan? 

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HO
Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, 

Ketimbang ad hoc atau reaktif, tindakan Iran adalah hasil dari pola pikir peradaban yang telah bertahan lebih lama daripada Roma, Bizantium, Ottoman, atau Eropa Barat modern. 

Baca juga: VIDEO - Detik-detik Iran Serang 100 Titik Militer Israel, Iron Dome Diklaim Gagal Tahan Gempuran

Mengubah Sanksi Menjadi Inovasi

Iran menghadapi lebih dari empat dekade sanksi ekonomi dan teknologi dari AS dan sekutu regional, yang dimaksudkan untuk melemahkan, memutus aliran modal, dan mengekang industri. 

Tapi Iran mengubah tekanan menjadi inovasi militer, teknologi lokal, dan strategi geopolitik yang membuat lawan kewalahan.

Lihat saja armada drone Iran, yang tidak hanya Shahed 129 dan Mohajer-6, tetapi juga Fatah dan Khoramsar. 

Fatah bukan sekadar drone pengintai. 

Ia adalah drone tempur strategis yang mampu melakukan surveilans, targeting presisi, bahkan misi loitering attack dalam waktu lama - mirip apa yang Barat sebut kamikaze UAV. 

Model ini bukan generik; ia terintegrasi dengan sistem taktis Iran yang membuat setiap pesawat musuh ragu untuk bergerak tanpa koordinasi penuh intelijen. 

Khoramsar adalah lompatan selanjutnya: drone yang dirancang untuk operasi maritim dan penetrasi wilayah musuh dengan target yang sulit dijangkau. 

Bahkan saat tekanan militer berat mendera, drone-drone ini tetap muncul dalam catatan konflik, menunjukkan betapa mandiri dan adaptifnya industri pertahanan Iran. 

Ini bukan sekadar peralatan; ini adalah kecerdikan strategis yang membuat lawan berpikir ulang. 

Ketika AS mengerahkan sistem anti-drone paling canggih dunia, Iran membalik permainan dengan drone murah tapi efektif yang memaksa perlindungan udara Barat menjadi beban logistik dan ekonomi yang berat.

Kartu Strategis di Selat Hormuz

Dalam keterlibatan militer terbaru, ketika AS dan Israel melancarkan serangan untuk melumpuhkan kemampuan militer Iran.

Media besar seperti The Washington Post sendiri menulis bahwa meskipun serangan sudah menghancurkan banyak kemampuan militer Teheran, Iran masih memiliki kartu strategis untuk dimainkan - bukan hanya di medan perang, tetapi di arena energi global dan geopolitik. 

Iran telah menunjukkan bahwa mengganggu pasokan energi global adalah senjata strategis yang tak kalah berbahaya dibanding rudal balistik. 

Dengan kontrol efektif atas Selat Hormuz, yang dilewati oleh hampir sepertiga pasokan minyak dunia, Iran mampu menciptakan konsekuensi ekonomi global. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved