Minggu, 19 April 2026

Pojok Humam Hamid

Perang Iran vs AS dan Israel: Bukti Hidup Negara Peradaban 

Ketika Iran menanggapi dengan drone murah, rudal lokal, atau gangguan jalur energi, apa yang Barat keluarkan? 

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HO
Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, 

Ketika aktivasi drone dan rudal membuat kapal-kapal tanker ragu melintas, harga minyak melonjak - dan negara yang selama ini memaksakan sanksi kini terpaksa mengimpor gejolak ekonomi global yang dihasilkan oleh tekanan sendiri. 

Ini adalah kelas strategi yang tak banyak negara bisa memainkannya. 

Ini bukan hanya soal merusak fasilitas musuh. 

Ini soal mengubah aturan permainan ekonomi global, memaksa negara-negara besar untuk memperhitungkan risiko kapital mereka, bukan hanya risiko militer.

Iran memberi pelajaran sejarah kepada negeri-negeri Arab dan negara Teluk yang selama ini malas mengakui realitas geopolitik. 

Selama puluhan tahun, sebagian negara Teluk - terutama yang sangat bergantung pada hubungan militer dan ekonomi dengan Washington - yakin bahwa mereka dapat menghindari risiko strategis selama Amerika “ada di belakang mereka.” 

Itu ilusi. 

Strategi Iran tidak hanya menyerang militer; ia mengincar infrastruktur ekonomi, pusat keuangan, dan simbol stabilitas global. 

Serangan drone dan rudal terhadap fasilitas di Uni Emirat Arab dan Bahrain - termasuk bandara, pelabuhan, pusat data dan jaringan logistik - bukan hanya serangan fisik. 

Itu adalah pesan otentik kepada negara-negara Teluk bahwa perang modern bukan soal wilayah tak berpenduduk - ini soal ekonomi global dan sistem kepercayaan investor yang rapuh.

Lihatlah Dubai. 

Sekadar disebut saja, dulu Dubai adalah contoh legendaris kesuksesan perdagangan global, pusat keuangan, dan hub logistik dunia. 

Tahun demi tahun, investasi triliunan dolar mengalir ke DIFC, Jebel Ali, bandara internasional, dan sektor fintech yang memikat investor global. 

Tapi ketika konflik meningkat, interupsi terhadap jaringan ekonomi itu terjadi begitu cepat, seketika, dan sistematis, mengguncang kepercayaan global terhadap stabilitas kawasan. 

Ini bukan efek samping. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved