KUPI BEUNGOH
Perang dan Damai - Bagian 2, Catatan Perjalanan ke Pulau Sabang
Perang tidak pernah berdiri sendiri. Ia memiliki efek domino yang luas, termasuk pada sektor pariwisata.
Alam Sabang seolah menjadi saksi bahwa dunia yang damai itu mungkin.
Namun di saat yang sama, bayang-bayang perang global, terutama ancaman perang nuklir yang sanagt mengkuatirkan kelangsungan hidup manusia, menjadi pengingat bahwa peradaban manusia berada di persimpangan yang sangat menentukan.
Jika perang terus dibiarkan, maka kehancuran tidak akan mengenal batas.
Tidak ada wilayah yang benar-benar aman. Bahkan tempat-tempat yang hari ini terasa damai pun dapat terdampak.
Sebaliknya, jika perdamaian dijadikan pilihan bersama, maka keindahan seperti yang ada di Sabang dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang, species manusia.
Komunitas masyarakat dunia harus merasa terpanggil oleh krisis yang komplek ini, menghentikan perang dan menghalau ke mahkamah internasional pelanggar hak asasi manusia (HAM berat).
Dan jangan meyerahkan persoalan ini pada pucuk pimpinan Donald Trump dan Netayahu saja yang sibuk merancang langkah berikutnya.
Dimana mereka terperangkap dalam ide perang yang sangat jahat. Para intelektual dunia dan civil society harus ambil bagian untuk menentang perlombaan senjata dan keuntungan labanya produsen senjata sebagai jaringan perang global.
Bagi saya, Sabang bukan sekadar destinasi wisata, melainkan simbol perdamaian dunia.
Di sana, manusia, alam, dan nilai-nilai kehidupan berpadu dalam harmoni. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa masa depan umat manusia tidak ditentukan oleh kemampuan untuk berperang. Tapi oleh kemampuan untuk hidup damai, bersama.
Perang akan membawa kehancuran tanpa batas. Sementara perdamaian akan melahirkan harapan, keberlanjutan, dan peradaban yang beradab. Oleh karenanya, apabila ingin perdamaian bersiapkan untuk damai. STOP WAR.
*) PENULIS adalah anggota Asosiasi Analis Kebijkan Indonesia (AAKI)
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis..
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
perang
damai
kupi beungoh
Opini
Serambinews.com
Sabang
Aceh
Perang Dunia
konflik
Eksklusif
multiangle
Meaningful
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
| Peusijuk: Dari Warisan Budaya ke Katalisator Pendidikan |
|
|---|
| Rektor UIN Ar-Raniry Idaman: Mengembalikan Hakikat Jantong Hate |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-Anggota-Asosiasi-Analis-Kebijkan-Indonesia-AAKI.jpg)