Minggu, 26 April 2026

KUPI BEUNGOH

Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Keluar dari Paradigma Kumpul, Angkut, Buang - Bagian II

Setiap hari, sampah dari rumah tangga, pasar, dan berbagai aktivitas ekonomi dikumpulkan, diangkut, lalu ditumpuk di TPA. 

|
Editor: Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Khairul Fajri, S.K.M., M.K.M., Ketua Yayasan Aceh Peduli Sanitasi 

Oleh: Khairul Fajri, SKM, MKM*)

Masalah utama pengelolaan sampah di Aceh bukan terletak pada kurangnya tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan pada cara pandang yang keliru dalam mengelola sampah itu sendiri. 

Selama ini, pendekatan yang dominan masih berkutat pada pola lama: kumpul, angkut, dan buang.

Sebuah sistem yang tampak bekerja di permukaan, tetapi sesungguhnya hanya memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain.

Paradigma ini tidak hanya usang, tetapi juga tidak berkelanjutan.

Setiap hari, sampah dari rumah tangga, pasar, dan berbagai aktivitas ekonomi dikumpulkan, diangkut, lalu ditumpuk di TPA. 

Tanpa proses pemilahan yang memadai, tanpa upaya pengurangan dari sumber, dan tanpa pemanfaatan kembali secara sistematis, TPA berubah menjadi “bom waktu” lingkungan. 

Kapasitasnya terbatas, sementara produksi sampah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Baca juga: Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh - Bagian I

Pertanyaannya: sampai kapan kita akan terus memperluas TPA untuk menampung masalah yang seharusnya bisa dikurangi sejak awal?

Ketika Jalan Raya Menjadi Tempat Pembuangan

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa persoalan sampah bahkan telah melampaui kapasitas sistem yang ada.

Sejumlah contoh yang diangkat berikut ini berada di wilayah Aceh Besar, meskipun kondisi serupa bukan berarti tidak terjadi di wilayah lain di Aceh.

Jalan lintas Lamcot (belakang Stadion Harapan Bangsa), misalnya, sempat berubah fungsi menjadi lokasi pembuangan sampah liar. 

Kondisi ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan yang seharusnya mampu mencegah praktik semacam itu terjadi.

Baca juga: Sumber: AS Diduga Coba Bunuh Pilot Pesawat Tempurnya yang Jatuh di Iran, Pilot Kedua Masih Hilang

Respons terhadap kondisi tersebut kerap datang dalam bentuk aksi pembersihan yang dilakukan secara insidental. 

Upaya ini penting sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved