Kamis, 21 Mei 2026

Kupi Beungoh

Perang dan Damai Bagian 20 - Perundingan Perdamaian, Mengakhiri Penderitaan Global

Dalam dunia yang saling terhubung, gangguan di satu kawasan dapat menimbulkan efek domino terhadap kehidupan masyarakat global.

Tayang:
Editor: Zaenal
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Yunidar Z.A, M. Si, C.L.DA, Analis Kebijakan – Anggota AAKI. 

Setiap keputusan politik kebijakan yang diambil bukan hanya menentukan nasib dua negara, tetapi juga memengaruhi stabilitas dunia, keamanan energi, ekonomi global, bahkan keberlangsungan peradaban manusia mengkuatirkan kembali ke zaman batu.

Ancaman Bagi Seluruh Umat Manusia

Di tengah ancaman perang yang semakin besar, masyarakat internasional mulai menyadari bahwa perang modern bukan lagi sekadar konflik antarnegara, melainkan ancaman terhadap seluruh umat manusia.

Ketika konflik pecah di Timur Tengah, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan tersebut.

Harga energi meningkat, perdagangan dunia terganggu, inflasi global melonjak, dan ketidakpastian ekonomi menyebar ke berbagai negara.

Dunia yang semakin terhubung membuat setiap konflik memiliki dampak global yang sangat luas.

Karena itu, dalam dunia masa depan yang semakin terkoneksi, pilihan terhadap perdamaian menjadi suatu keniscayaan.

Tidak ada negara yang benar-benar dapat hidup sendiri tanpa ketergantungan dengan bangsa lain.

Dunia kontemporer modern saat ini dibangun di atas keterhubungan, kolaborasi, dan saling ketergantungan antarnegara.

Agresi militer hanya akan memutus rantai kemajuan manusia dan memperbesar penderitaan masyarkat dunia secara global.

Konflik AS dan Iran juga memperlihatkan bagaimana ketidakpercayaan yang dipelihara terlalu lama dapat berubah menjadi ancaman besar bagi kemanusiaan.

Iran memandang tekanan politik dan militer Amerika Serikat sebagai ancaman terhadap kedaulatan negaranya, sementara Amerika Serikat melihat Iran sebagai ancaman strategis terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Dalam situasi seperti ini, dialog sering kali kalah oleh ego politik dan kepentingan kekuasaan.

Bahkan pernyataan kecaman terbaru dari Wakil Presidsen AS JD Vance, Iran terima kesepakatan atau perang lagi.

Padahal sejarah telah membuktikan bahwa perang tidak pernah benar-benar menghasilkan kemenangan abadi.

Perang hanya meninggalkan puing-puing kehancuran, trauma sosial, penderitaan sipil, dan kebencian lintas generasi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved