Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Pojok Humam Hamid

MSAKA21 - Kerajaan Lamuri: Maritim, Inklusif, dan Terbuka – Bagian XII

Lamuri adalah kerajaan Hindu dengan pengaruh budaya yang kuat, namun seiring waktu, daerah ini menjadi jalur penting penyebaran Islam

|
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Oleh Ahmad Humam Hamid*)

DI sudut barat Sumatra, jauh sebelum Aceh dikenal sebagai Serambi Mekah, pernah berdiri sebuah nama yang pelan tapi pasti, tenggelam dalam kabut sejarah- Lamuri. 

Ia bukan sekadar kota tua atau kerajaan kecil yang tertulis di naskah-naskah kuno.

Lamuri adalah cahaya pertama yang menyinari peradaban Aceh--jendela yang terbuka ke dunia, pelabuhan yang lebih dahulu menatap Samudera Hindia sebelum siapa pun sempat menamai tanah ini dengan kata “Darussalam.”

Kerajaan Lamuri merupakan salah satu kerajaan tertua dan paling berpengaruh di Aceh, yang terletak di kawasan pesisir barat Sumatra, tepatnya di sekitar Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. 

Kawasan ini dikenal sebagai pusat perdagangan maritim yang strategis, menghubungkan Aceh dengan jaringan perdagangan internasional di Samudra Hindia. 

Bukti arkeologis berupa ratusan makam kuno dan pecahan keramik abad ke-15 menunjukkan Lamuri sebagai kota pelabuhan yang ramai pada masanya. 

Awalnya, Lamuri adalah kerajaan Hindu dengan pengaruh budaya yang kuat, namun seiring waktu, daerah ini menjadi jalur penting penyebaran Islam di Aceh, menandai transisi agama yang gradual dan damai. 

Posisi geografis Lamuri sebagai pelabuhan menjadikannya pusat pertemuan budaya dan agama, yang kemudian melebur ke dalam Kesultanan Aceh Darussalam. 

Warisan Lamuri tidak hanya terlihat dari peninggalan fisik, tetapi juga dari peranannya sebagai simbol keterbukaan Aceh terhadap dunia luar--menjadikan kerajaan ini fondasi penting bagi identitas kosmopolitan Aceh yang terus berlanjut hingga kini.

Lamuri tak meninggalkan banyak bangunan. 

Ia tak punya candi semegah Borobudur, atau benteng seteguh Portugis. 

Tapi ia meninggalkan gaung, dalam catatan pelaut Cina, dalam pengakuan musafir Arab, dalam laporan Marco Polo yang singgah sebentar namun mencatat dalam.

Baca juga: Lamuri Bangsa Camik Pertama di Aceh?

Dari Laut untuk Laut

Kerajaan ini muncul dalam banyak nama: Lan-li, Lan-wu-li, Lamuri, Lambri--semua merujuk pada satu tempat yang menjadi poros dunia di ujung barat.

Berbeda dari Indrapuri yang menjulang di pedalaman sebagai pusat spiritual, atau Indrapatra yang berdiri sebagai dinding pertahanan, Lamuri adalah kerajaan maritim. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved