Senin, 4 Mei 2026

Berita Politik

Dipimpin Ketum, Pengurus Partai Perjuangan Aceh Temui Wali Nanggroe

Partai yang digagas Prof Marniati ini adalah sebagai bentuk gerakan politik bermartabat yang berakar dari nilai-nilai perjuangan dan budaya Aceh.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Saifullah | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
SILATURAHMI PPA - Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh, Prof Adjunct Dr Marniati (kanan), bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) HT Rayuan Sukma (kiri), foto bersama dengan Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar saat bersilaturahmi ke Meuligoe Wali Nanggroe, Rabu (22/10/2025) sore. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jajaran pimpinan Partai Perjuangan Aceh (PPA) melakukan kunjungan silaturahmi ke Meuligoe Wali Nanggroe Aceh pada Rabu (22/10/2025) sore.

Pertemuan tersebut mempertemukan dua tokoh penting partai lokal tersebut yakni, Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh, Prof Adjunct Dr Marniati bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) HT Rayuan Sukma, dengan Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar.

Silaturahmi ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan antara kekuatan politik baru dan institusi adat yang menjadi simbol pemersatu masyarakat Aceh.

Partai Perjuangan Aceh merupakan partai lokal yang baru dideklarasikan pada tahun 2025.

Partai yang digagas oleh Prof Marniati ini adalah sebagai bentuk gerakan politik bermartabat yang berakar dari nilai-nilai perjuangan dan budaya Aceh.

PPA hadir sebagai alternatif politik yang mengusung semangat inklusivitas, pemberdayaan perempuan, dan penguatan pendidikan, serta ekonomi kerakyatan.

Baca juga: Partai Perjuangan Aceh Gelar FGD Bahas Putusan MK, Revisi UUPA, dan Eksistensi Partai Lokal

Dalam pertemuan tersebut, Prof Marniati menyampaikan bahwa silaturahmi dengan Wali Nanggroe merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi antara partai politik lokal dengan lembaga adat yang memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan keharmonisan masyarakat Aceh.

“Kami datang bukan hanya membawa semangat politik, tetapi juga membawa harapan untuk membangun Aceh secara bermartabat, beradab, dan berdaya saing,” ujar Prof Marniati.

Sekjen PPA, HT Rayuan Sukma menambahkan, bahwa PPA ingin menjadikan nilai-nilai perjuangan Aceh sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan politik yang berpihak kepada rakyat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara partai politik dan lembaga adat dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat pembangunan daerah.

“Kami percaya bahwa Aceh akan lebih maju jika seluruh elemen, termasuk partai politik dan lembaga adat, saling mendukung dan menjaga komunikasi yang konstruktif,” kata HT Rayuan Sukma.

Baca juga: Partai Perjuangan Aceh Harap Ambang Batas Calon Kepala Daerah di Aceh Turun Jadi 8,5 Persen

Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al-Haytar sebagai Wali Nanggroe Aceh, menyambut baik kunjungan tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif PPA dalam membangun gerakan politik yang menghormati nilai-nilai lokal.

Malik Mahmud menegaskan bahwa Lembaga Wali Nanggroe siap menjadi mitra strategis dalam menjaga harmoni dan memperkuat semangat perjuangan Aceh dalam bingkai demokrasi.

“Silaturahmi ini penting untuk memperkuat semangat kebersamaan. Kita harus menjaga nilai-nilai adat dan budaya Aceh dalam setiap langkah pembangunan,” ujar Malik Mahmud.

Pertemuan ini menjadi simbol awal dari komitmen Partai Perjuangan Aceh untuk membangun politik yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pada nilai, etika, dan keberpihakan terhadap masyarakat.

Baca juga: Wali Nanggroe Aceh Serukan Penguatan Pendidikan Berbasis Keluarga dan Harmoni Budaya

PPA bertekad untuk menjadi partai yang mengedepankan dialog, kolaborasi, dan pemberdayaan dalam setiap langkah perjuangannya.

Dengan dukungan tokoh-tokoh lokal dan semangat kebersamaan, PPA berharap dapat menjadi kekuatan baru dalam mewarnai lanskap politik Aceh yang lebih sehat, inklusif, dan bermartabat.

Sekilas tentang PPA

Partai Perjuangan Aceh (PPA) adalah partai politik lokal (parlok) yang baru dideklarasikan pada Oktober 2025.

Partai ini digagas oleh Prof Adjunct Dr Marniati sebagai gerakan politik bermartabat dari Tanah Rencong.

Berikut latar belakang dan deklarasi Partai Perjuangan Aceh (PPA):

·       Deklarasi resmi: Oktober 2025 di Banda Aceh

·       Penggagas: Prof Adjunct Dr Marniati, seorang akademisi dan tokoh perempuan Aceh yang dikenal aktif dalam bidang pendidikan dan sosial

·       Tujuan utama: Membangun gerakan politik baru yang bermartabat, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai perjuangan Aceh

Partai ini muncul sebagai respons terhadap dinamika politik lokal yang dinilai stagnan dan kurang mewakili aspirasi masyarakat Aceh secara menyeluruh.

PPA ingin menghadirkan alternatif politik yang lebih progresif dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

Visi dan misi Partai Perjuangan Aceh:

·       Visi: Mewujudkan Aceh yang adil, sejahtera, dan bermartabat melalui partisipasi politik yang sehat dan berintegritas

·       Misi:

o   Mendorong keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam politik

o   Mengangkat isu-isu pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan pelestarian budaya Aceh

o   Menjaga semangat perjuangan Aceh dalam bingkai demokrasi dan otonomi daerah

Partai Perjuangan Aceh belum mengikuti Pemilu karena baru terbentuk.

Namun kehadirannya menambah warna baru dalam lanskap politik lokal yang sebelumnya didominasi oleh Partai Aceh (PA), yang merupakan kelanjutan dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pasca MoU Helsinki 2005.

PPA diharapkan menjadi wadah baru bagi aktivis, akademisi, dan masyarakat sipil yang ingin berkontribusi dalam pembangunan Aceh melalui jalur politik.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved