Serambi Ramadhan
Ketua MPU Aceh: Tadarus dan Shalat Tarawih Harus Hidup di Lokasi Bencana
Menurutnya, meskipun bantuan fisik seperti makanan dan tempat tinggal sangat penting, aspek spiritual seringkali kurang mendapat perhatian.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Ketua MPU Aceh: Tadarus dan Shalat Tarawih Harus Hidup di Lokasi Bencana
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, menekankan pentingnya menghidupkan syiar keagamaan dan nilai-nilai spiritual bagi masyarakat yang terdampak bencana.Ā
Ia mengungkapkan bahwa MPU Aceh telah melakukan koordinasi dan musyawarah dengan MPU kabupaten/kota serta pimpinan pondok pesantren untuk memastikan segmen spiritual tetap berjalan di lokasi bencana. Ā
Menurutnya, meskipun bantuan fisik seperti makanan dan tempat tinggal sangat penting, aspek spiritual seringkali kurang mendapat perhatian.
āSuasana tadarus agar tetap hidup di dalam tempat-tempat pengungsian, di huntara-huntara (hunian sementara). Shalat Tarawih harus tetap hidup, dan nilai-nilai lain juga tetap harus menjadi syiar di lokasi bencana,ā ujar Abu Sibreh dalam program āSerambi Ramadhanā Kamis (19/2/2026), yang disirakan langsung di kanal Youtube Serambinews.
Program yang mengangkat tema "Marhaban Ya Ramadhan: Menguatkan Ukhuwah di Bulan Penuh Berkahā, dipandu oleh Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur.
Program kerja sama Serambi Indonesia dengan ISAD Aceh, yang didukung Bank Aceh Syariah ini tayang setiap hari pukul 14.30 WIB selama bulan Ramadhan.
Guna mewujudkan hal tersebut, MPU Aceh telah menginstruksikan pengurus di daerah untuk mengerahkan para santri dan ulama dari pondok pesantren guna mendampingi masyarakat di titik-titik bencana.
āKita berharap syiar ini harus lebih kuat di tempat-tempat musibah agar jangan terlalu mencekam, agar jangan terlalu menakutkan. Sehingga trauma masyarakat kita bisa terobati dengan penguatan nilai-nilai spiritual itu sendiri,ā ujar Abu Sibreh.
Dewan Pembina ISAD Aceh ini juga telah meninjau langsung berbagai lokasi bencana untuk memetakan wilayah mana yang paling membutuhkan penguatan nilai spiritual. Abu Sibreh mengapresiasi ketabahan masyarakat Aceh dalam menghadapi musibah.
Abu Sibreh menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, fasilitas ibadah di hunian sementara (huntara) secara umum sudah tersedia.
Meski memiliki keterbatasan luas dan ukuran, ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah menghidupkan fasilitas tersebut dengan aktivitas ibadah.
"Jangan sampai ada fasilitas walaupun terbatas, tapi tidak ada yang menghidupkan. Tidak ada syiar, tidak ada shalat lima waktu, dan tidak ada Tarawih di situ. Itu yang kami upayakan," tegasnya.
Musibah Jangan Sampai Hilangkan Syiar Agama
Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, mengingatkan bahwa meskipun masyarakat tengah berada di lokasi pengungsian maupun Hunian Sementara (Huntara), nilai-nilai keislaman dan tata krama hidup tidak boleh luntur.
Ia menekankan pentingnya menjaga kemeriahan Ramadhan melalui syiar agama di tengah keterbatasan pascabencana.
tadarus
shalat tarawih
bencana
Ketua MPU
Lokasi Bencana
Tgk H Faisal Ali
serambi ramadhan
ramadhan 2026
ramadhan 1447 H
| Iātikaf Akhir Ramadhan Jadi Momentum Penyucian Jiwa dan Penguatan Kepedulian Sosial |
|
|---|
| Ciri Jiwa Bersih Usai Ramadhan, Tgk Darmawan Sebut Istiqamah Beribadah hingga Menjauhi Kecurangan |
|
|---|
| Tak Hanya Ibadah, Zakat Fitrah Dinilai Mampu Menguatkan Solidaritas Sosial Masyarakat |
|
|---|
| Memasuki Fase 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kuantitas Ibadah Harus Seimbang dengan Nilai Ihsan |
|
|---|
| Surga Juga Merindukan Manusia, Tgk Wahyu Mimbar: Ini 4 Golongan yang Disebut dalam Hadis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-MPU-Aceh-Tadarus-dan-Shalat-Tarawih-Harus-Hidup-di-Lokasi-Bencana.jpg)