Kamis, 16 April 2026

Serambi Ramadhan

Ketua MPU Aceh: Tadarus dan Shalat Tarawih Harus Hidup di Lokasi Bencana

Menurutnya, meskipun bantuan fisik seperti makanan dan tempat tinggal sangat penting, aspek spiritual seringkali kurang mendapat perhatian.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Tangkapan layar SERAMBINEWS.COM
SERAMBI RAMADHAN - Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali menjadi narasumber dalam program ā€˜Serambi Ramadhan’ yang ditayangkan di Youtube Serambinews, Kamis(19/2/2026). Program yang mengangkat tema "Marhaban Ya Ramadhan: Menguatkan Ukhuwah di Bulan Penuh Berkahā€, dipandu oleh host Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur. 

Ketua MPU Aceh: Tadarus dan Shalat Tarawih Harus Hidup di Lokasi Bencana

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, menekankan pentingnya menghidupkan syiar keagamaan dan nilai-nilai spiritual bagi masyarakat yang terdampak bencana.Ā 

Ia mengungkapkan bahwa MPU Aceh telah melakukan koordinasi dan musyawarah dengan MPU kabupaten/kota serta pimpinan pondok pesantren untuk memastikan segmen spiritual tetap berjalan di lokasi bencana. Ā 

Menurutnya, meskipun bantuan fisik seperti makanan dan tempat tinggal sangat penting, aspek spiritual seringkali kurang mendapat perhatian.

ā€œSuasana tadarus agar tetap hidup di dalam tempat-tempat pengungsian, di huntara-huntara (hunian sementara). Shalat Tarawih harus tetap hidup, dan nilai-nilai lain juga tetap harus menjadi syiar di lokasi bencana,ā€ ujar Abu Sibreh dalam program ā€˜Serambi Ramadhan’ Kamis (19/2/2026), yang disirakan langsung di kanal Youtube Serambinews.

Program yang mengangkat tema "Marhaban Ya Ramadhan: Menguatkan Ukhuwah di Bulan Penuh Berkahā€, dipandu oleh Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur.

Program kerja sama Serambi Indonesia dengan ISAD Aceh, yang didukung Bank Aceh Syariah ini tayang setiap hari pukul 14.30 WIB selama bulan Ramadhan.

Guna mewujudkan hal tersebut, MPU Aceh telah menginstruksikan pengurus di daerah untuk mengerahkan para santri dan ulama dari pondok pesantren guna mendampingi masyarakat di titik-titik bencana.

ā€œKita berharap syiar ini harus lebih kuat di tempat-tempat musibah agar jangan terlalu mencekam, agar jangan terlalu menakutkan. Sehingga trauma masyarakat kita bisa terobati dengan penguatan nilai-nilai spiritual itu sendiri,ā€ ujar Abu Sibreh.

Dewan Pembina ISAD Aceh ini juga telah meninjau langsung berbagai lokasi bencana untuk memetakan wilayah mana yang paling membutuhkan penguatan nilai spiritual. Abu Sibreh mengapresiasi ketabahan masyarakat Aceh dalam menghadapi musibah.

Abu Sibreh menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, fasilitas ibadah di hunian sementara (huntara) secara umum sudah tersedia.

Meski memiliki keterbatasan luas dan ukuran, ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah menghidupkan fasilitas tersebut dengan aktivitas ibadah.

"Jangan sampai ada fasilitas walaupun terbatas, tapi tidak ada yang menghidupkan. Tidak ada syiar, tidak ada shalat lima waktu, dan tidak ada Tarawih di situ. Itu yang kami upayakan," tegasnya.

Musibah Jangan Sampai Hilangkan Syiar Agama

Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh, mengingatkan bahwa meskipun masyarakat tengah berada di lokasi pengungsian maupun Hunian Sementara (Huntara), nilai-nilai keislaman dan tata krama hidup tidak boleh luntur.

Ia menekankan pentingnya menjaga kemeriahan Ramadhan melalui syiar agama di tengah keterbatasan pascabencana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved