Senin, 1 Juni 2026

RAMADHAN MUBARAK

Ramadhan: Madrasah Moral dan Etika Sosial

Tradisi intelektual Islam sejak awal telah menempatkan puasa sebagai sarana pembentukan karakter. Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/ SARA MASRONI
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman 

Prof. Dr. Mujiburrahman M.Ag, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Tradisi intelektual Islam sejak awal telah menempatkan puasa sebagai sarana pembentukan karakter. Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din membedakan tingkatan puasa: puasa umum yang menahan diri dari makan dan minum; puasa khusus yang menjaga anggota tubuh dari dosa; dan puasa yang lebih khusus lagi, yakni menjaga hati dari pikiran yg melalaikan, agar sentiasa dekat dengan Allah. 

Kerangka ini menunjukkan bahwa puasa adalah proses internalisasi moral yang bertahap. Ia tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi menembus wilayah kesadaran terdalam manusia. Ketika seseorang mampu menahan yang halal pada siang hari, ia sedang melatih dirinya untuk lebih tegas menolak yang haram dalam kehidupan sehari-hari. 

Meski demikian, Ramadhan tidak cukup dipahami sebagai bulan kewajiban ritual yang bersifat individual. Dimensi sosialnya juga sama pentingnya. Dengan segala ketentuan syariatnya, Ramadhan berfungsi sebagai institusi, atau saya lebih senang menyebutnya madrasah moral, yang bekerja secara sistematis dalam membentuk karakter dan memperkuat etika sosial.

Pemahaman ini diperkuat oleh Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab Zaad al-Ma‘ad, yang melihat puasa sebagai sarana tazkiyat al-nafs—penyucian jiwa. Puasa memadamkan dominasi syahwat dan menata ulang orientasi hati. Dalam pengalaman lapar dan dahaga, manusia dihadapkan pada keterbatasannya sendiri. 

Dari sini lahir kesabaran, kerendahan hati, dan rasa syukur. Dengan demikian, sekali lagi Ramadhan adalah madrasah spiritual yang mendidik manusia bukan melalui wacana semata, tetapi melalui pengalaman eksistensial.

Selama menjalankan ibadah puasa seorang muslim akan menjalani latihan kejujuran sosial. Ramadhan menuntut pengendalian lisan, keadilan dalam bersikap, serta penghormatan terhadap martabat orang lain. Nilai-nilai ini tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk fondasi kohesi sosial. 

Dalam banyak riwayat kita membaca betapa Rasulullah SAW dan para sahabatnya semakin dermawan di bulan Ramadhan. Dalam pandangan saya, teladan ini makin relevan untuk dimanifestasikan dengan realitas masyarakat kita yang saat ini masih berkutat dengan dampak bencana ekologis.

Di Aceh, pengalaman kolektif menghadapi konflik dan tsunami memang telah membentuk kesadaran sosial yang khas. Ramadhan kali ini mesti menguji kembali dan memperkuat kesadaran itu. Bulan suci ini harus menjadi basis penggerak bagi segala upaya baik untuk memperbaiki situasi pasca bencana. 

Kita meyakini bahwa segala aktivitas dalam bulan Ramadhan memiliki konsekuensi spiritual. Keyakinian spiritual tersebut akan memunculkan efek luar biasa ketika ditejemahkan ke dalam aksi sosial. Ramadhan menjadi momentum berbagi, memperbarui ikatan persaudaraan, hingga memperbaiki kepercayaan masyarakat pada pemerintah (juga sebaliknya) yang tentu saja mengalami pasang surut saat kondisi darurat bencana.

Dalam dunia modern yang makin diwarnai bencana, kompetisi dan polarisasi, kekuatan sejati suatu masyarakat terletak pada moral dan kekokohan solidaritasnya. Berabad-abad lalu Ibnu Khaldun telah menggugah kesadaran kita tentang pentingnya ashabiyyah atau solidaritas sosial bagi tegaknya peradaban. Maka dalam fase pemulihan dan menata kembali peradaban Aceh, saya meyakini kemuliaan bulan Ramadhan sangat potensial memperkuat solidaritas tersebut. 

Pada akhirnya, jika Ramadhan benar-benar dipahami sebagai madrasah moral dan etika, maka kelulusannya terlihat pada perubahan sikap segenap individu yang lebih jujur dalam kehidupan publik, lebih peduli terhadap yang lemah, lebih hormat kepada ulama dan umaranya, serta lebih erat ukhuwah sosialnya. Insya Allah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved