Seiring waktu, ia dipercaya mengemban berbagai amanah, mulai dari Wakil Ketua Pembina Forum Komunikasi Ulama Aceh Besar, hingga menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan Ketua DPW Nahdlatul Ulama Aceh.
Pesan untuk generasi muda
Dalam hal regenerasi, Abu Sibreh tidak memaksakan anak-anaknya untuk meneruskan pesantren. Ia memberi kebebasan, namun berharap ada generasi yang menjaga dan mengembangkan lembaga tersebut. “Prinsipnya, lembaga pendidikan ini harus tetap jalan walaupun kita ini sudah tidak ada lagi di bumi ini,” ujarnya.
Kepada generasi muda, ia selalu menekankan pentingnya ilmu. “Ilmu dulu, uang itu akan mengikuti,” katanya. Dari keluarga biasa di Lamno hingga menjadi ulama rujukan Aceh, perjalanan Abu Sibreh menunjukkan bahwa pengabdian lahir dari kesungguhan, bukan semata garis keturunan. Dengan kesabaran dan keteguhan pada ilmu, ia menapaki jalan panjang sebagai ulama yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, persatuan, dan kemaslahatan umat.(*)