Jumat, 17 April 2026

Ramadhan 2026

Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Tgk Alizar Usman Paparkan Sebab-sebab Ramadhan Bulan Ampunan

Menurutnya, salah satu alasan Ramadhan begitu dicita-citakan adalah karena ia merupakan bulan ampunan. Manusia pada hakikatnya tidak luput dari dosa.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
IST
Dewan Pembina Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Alizar Usman 

Tgk Alizar menegaskan, puasa harus dilandasi niat ikhlas, bukan sekadar ikut-ikutan atau diakui orang lain.

“Melaksanakan ibadah puasa terdorong oleh niat beriman kepada Allah Ta’ala, merealisasikan ketaatan kepada-Nya dan mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala,” sebutnya.

Ketiga, melaksanakan qiyam Ramadhan atau shalat tarawih.

Dari Abu Hurairahr.a, Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat,” (Muttafaqun ‘alaihi).

Keempat, menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadar.”

Malam ini lebih baik dari seribu bulan, dan siapa yang beribadah pada malam tersebut dengan iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya.

Kelima, memberi makan orang berbuka puasa.

Dalam hadis riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah disebutkan bahwa “ Siapa saja yang memberikan suguhan makan dan minum pada bulan Ramadhan bagi orang yang berpuasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosanya dan membebaskannya dari api neraka,”.

Keenam, memperbanyak zikir kepada Allah.

Dalam hadis riwayat Baihaqi dan Thabrani disebutkan bahwa, “Orang yang berzikir kepada Allah pada bulan Ramadan akan diampunkan dosanya dan orang yang meminta kepada-Nya tidak akan dikecewakan,”.

Tgk Alizar menegaskan, Ramadhan adalah kesempatan emas sebelum manusia “dipanggil ke pengadilan Allah Yang Maha Adil”.

Karena itu, setiap Muslim hendaknya memahami sebab-sebab Ramadhan menjadi bulan ampunan agar ibadah yang dilakukan benar-benar menghadirkan perubahan diri.

“Sebesar apa pun dosa seorang hamba, pintu ampunan Allah selalu terbuka selama ia mau kembali dengan doa, istigfar, tobat yang jujur, dan hati yang lapang untuk memaafkan sesama,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menjadikan Ramadhan sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai momentum pembersihan diri secara total.

“Ramadan adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri dan meraih penghapusan dosa secara sempurna, bukan sekadar penutupan semata,” pungkasnya.(ar)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved