Kamis, 16 April 2026

Ramadhan 2026

Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Tgk Alizar Usman Paparkan Sebab-sebab Ramadhan Bulan Ampunan

Menurutnya, salah satu alasan Ramadhan begitu dicita-citakan adalah karena ia merupakan bulan ampunan. Manusia pada hakikatnya tidak luput dari dosa.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
IST
Dewan Pembina Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Alizar Usman 

Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Tgk Alizar Usman Paparkan Sebab-sebab Ramadhan Bulan Ampunan

SERAMBINEWS.COM - Dewan Pembina Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Alizar Usman, mengingatkan umat Islam agar memaksimalkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum meraih ampunan Allah SWT. 

Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan penuh rahmat dan penghapusan dosa.

“Setiap tahun umat Islam di seluruh dunia menantikan datangnya bulan suci Ramadhan. Di bulan ini kita diwajibkan berpuasa sebulan penuh, menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari,"

"Keutamaannya sangat besar karena dipenuhi rahmat dan ampunan Allah,” ujar Tgk Alizar, Kamis (19/2/2026).

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW, “Seandainya hamba-hamba Allah mengetahui apa yang ada dalam Bulan Ramadhan, maka sungguh umatku akan bercita-cita Ramadhan dalam semua tahunnya” (HR. Ibnu Khuzaimah).

Menurutnya, salah satu alasan Ramadhan begitu dicita-citakan adalah karena ia merupakan bulan ampunan. Manusia pada hakikatnya tidak luput dari dosa.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa jika manusia tidak berbuat dosa, Allah akan menggantinya dengan kaum yang berbuat dosa lalu memohon ampun, kemudian Allah mengampuni mereka.

“Bulan Ramadhan adalah momentum memperbanyak ibadah sekaligus mendapat keampunan dari Allah Ta’ala dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan sebelum kita dipanggil ke pengadilan Allah yang Maha Adil,” ujar Tgk Alizar.

Ia pun merinci sejumlah amalan yang menjadi sebab Ramadhan disebut sebagai bulan maghfirah.

Pertama, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menjadi penghapus dosa selama menjauhi dosa besar. 

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa antara shalat lima waktu, antara Jumat ke Jumat berikutnya, serta antara Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menjadi penghapus dosa selama dosa besar dijauhi.

“Artinya, Ramadhan mempunyai nilai tersendiri bagi umat yang mau mengimaninya. Ramadhan bukan hanya sekedar ekspresi ketakwaan, tetapi juga tersimpan nilai-nilai spiritual dari Maha Pencipta sebagai ungkapan rahmat-Nya dalam bentuk pengampunan dosa,” papar Alumni Dayah Istiqamatuddin Darul Muarrif Lam Ateuk, Aceh Besar ini.

Kedua, berpuasa dengan iman dan mengharap pahala.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved