RAMADHAN MUBARAK
Puasa Membangun Kesalehan Pribadi dan Sosial
Ibadah puasa Ramadhan hadir sekali dalam setahun dan dilaksanakan selama satu bulan penuh. Selain menahan lapar dan dahaga
Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, Rektor IAIN Takengon
Ibadah puasa Ramadhan hadir sekali dalam setahun dan dilaksanakan selama satu bulan penuh. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa juga diiringi dengan berbagai ibadah lainnya yang bertujuan membentuk pribadi-pribadi yang muttaqin, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 183.
Ramadhan merupakan peluang untuk membangun pribadi yang saleh melalui berbagai amalan yang telah disyariatkan, seperti puasa, shalat tarawih, witir, khatam Al-Qur’an, serta ibadah-ibadah sunnah lainnya. Selanjutnya, ibadah diperkuat dengan tawaran pahala yang besar dan berlipat ganda. Puasa dimaknai dengan imsak. Dalam konteks ini imsak dapat didekati dengan dua hal: imsak an yaitu puasa dari menahan diri dari yang membatalkan puasa, seperti; makan minum dan hubungan suami istri di siang hari. Sedangkan imsak bi yaitu hal-hal yang mengurangi pahala puasa, seperti menggunjing dan lainnya.
Sisi ini, puasa memberikan dampak sebagai latihan pengendalian diri dari hal-hal yang kontraproduktif.
Kegiatan selama bulan Ramadhan merupakan penguatan rohani agar menjadi manusia yang muttaqin atau paripurna dengan terpenuhinya mushlih atau kesalehan. Bila rohani telah terisi dengan sifat-sifat yang terpuji maka diharapkan akan keluar hasil yang terpuji.
Secara luas, pribadi yang saleh dapat berdampingan dengan segala elemen kehidupan. Pribadi yang waras bergaul dengan siapa saja terpengaruh sifat diskriminatif dalam segala aspek. Pribadi yang lembut komunikasinya dengan segala level sosial, baik ke atas juga baikkebawah. Pribadi yang bertanggung jawab tentang diri, lingkungan dan masyarakatnya.
Penguatan rohani selama Ramadhan suatu peluang yang besar bagi pribadi yang ingin menempa diri sebagai seorang hamba yang saleh karena ketaatan dan keseriusannya dalam mengikuti tarbiyah Ramadhan. Jaminan atas pahala dan kebaikan yang didapat akan memberi dampak bagi pribadi dimaksud.
Pada hal ini tentu perlu dipikirkan bahwa tugas utama manusia di muka bumi bukanlah hanya untuk beribadah saja, melainkan juga sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi.
Pribadi “Perasa”
Sebagai khalifah dengan pribadi muttaqin diharapkan memberikan dampak yang luas bagi kemanfaatan dirinya maupun masyarakat. Konteks ini tentu sangat relevan bila dilihat sunnah-sunnah dalam kehidupan Ramadhan. Misalnya, perintah memberi penganan berbuka kepada pihak yang sedang berpuasa, dengan ganjaran pahala sebagaimana yang didapat oleh mereka yang berpuasa.
Konteks Ramadhan menghubungkan diri dengan Allah Swt dengan ibadah dan juga memperkuat hubungan manusia dengan manusia. Pahala sedeqah pada bulan Ramadhan begitu dihargai dengan berlipat ganda. Hubungan kemanusiaan menjadi lebih kuat dan terikat. Sambung rasa dan membangun asa dengan sesama menjadi target penting dan prioritas.
Bantuan berbuka, baju hari raya, kain sarung, ampao, buka bersama dan sebagainya merupakan refleksi yang hadir pada Ramadhan untuk memupuk persaudaraan dan silaturrahmi.
Sebagai khalifah Allah Swt, tentu hal di atas, tidaklah cukup karena perwujudan tanggung jawab membangun sosial kemasyarakatan maka dampak ibadah Ramadhan adalah membangun rasa atau kepedulian terhadap sesama. Realitas lingkungan masyarakat yang memerlukan bantuan lebih banyak untuk diperhatikan. Mereka butuh sandang pangan, perumahan dan kebutuhan keseharian.
Momen Ramadhan sangat relevan untuk melatih diri di samping penguatan hubungan dengan Tuhan, tentu juga penting dan relevan memperkuat rasa kepedulian antar sesama.
Hubungan vertikal memberikan dampak pada hubungan horizontal. Hubungan vertikal harus memberikan jaminan bahwa keduanya berlaku secara integral bagi perwujudan kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. Kesenjangan hubungan tersebutakan mengurangi nilai kesempurnaannya. Karena keduanya harus dijalankan secara beriringan sesuai dengan kemampuan. Semoga Ramadhan tahun ini memberikan semangat yang kuat untuk mewujudkan pribadi saleh secara personal dan sosial.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-Ridwan-Nurdin-RM.jpg)