RAMADHAN MUBARAK
Mens Rea’ Bermedsos di Bulan Ramadan
medsos adalah platform online yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi, berinteraksi, berbagi konten, atau membangun komunitas.
Prof Dr. Wildan, M.Pd, Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh)
MEDIA sosial (medsos) adalah platform online yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi, berinteraksi, berbagi konten, atau membangun komunitas. Platform online ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah lingkungan digital, dunia maya, dunia internet.
Ia merupakan sebuah situs web atau aplikasi yang memungkinkan kita membuat akun dan profil, berbagi konten (seperti teks, gambar, video, dll), berinteraksi dengan pengguna lain (seperti mengirim pesan, berkomentar, dll), dan mengakses fitur-fitur lainnya (seperti grup, acara, dll). Platform online yang berupa situs web, aplikasi mobile, forum online, blog, atau e-commerce.
Medsos itu dapat diakses melalui berbagai perangkat, seperti komputer, smartphone, tablet, dan lain-lain. Medsos itu antara lain adalah Facebook, Instagram, Twitter, YouTobe, Tiktok, Whatsapp, Telegram, Pinterest, linkedId, dan Snapchat.
Facebook merupakan platform medsos terbesar di dunia, memungkinkan pengguna untuk berbagi postingan, foto, video, dan berinteraksi dengan teman-teman. Instagram adalah platform medsos yang fokus pada berbagi foto dan video, memungkinkan pengguna untuk berbagi momen-momen penting dalam hidup mereka.
Twitter merupakan medos yang memungkinkan pengguna untuk berbagi pesan singkat (tweet) dengan maksimal 280 karakter. YouTube berfokus pada berbagi video, memungkinkan pengguna untuk menggugah, menonton, dan berbagi video. TikTok kerap digunakan dalam berbagi video pendek, dan memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi konten kreatif.
WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan, yang paling banyak pemakainya, yang menjadi media komunikasi antarindividu atau antarkelompok. Telegram adalah aplikasi pesan instan yang fokus pada keamanan dan privasi dalam berkomunikasi antarpemakai.
Pinterest merupakan platform medsos yang fokus pada berbagi gambar dan ide, memungkinkan pengguna untuk mencari dan menyimpan ide-ide inspiratif. LinkedIn adalah medsos yang fokus pada profesional, memungkinkan pengguna untuk membangun jaringan dan mencari pekerjaan. Snapchat merupakan platform medsos yang fokus pada berbagi foto dan video yang dapat dilihat sekali saja.
‘Mens Rea’ vs ‘Bona Fide’
Kedua istilah ini saya pungut dari Prof. Hamdan Juhannis, Rektor UIN Alauddin. Makna harfiah mens rea adalah ‘niat jahat’, sikap negatif yang muncul dari awal. Lawannya adalah ‘bona fide’ atau bonafit, yang merujuk pada iktikat baik, sikap positif, terpercaya, dan jujur.
Niat jahat atau iktikad baik, mens rea atau ‘bonafide’, bisa saja dianuti oleh semua orang, termasuk kita yang sedang melaksanakan ibadah Ramadan, yang sedang menjalankan ritual puasa.
Ramadan di samping berkait dengan iman, ibadah, dan tradisi, juga bersentuhan dengan gaya pemanfaatan medsos. Penggunaan berbagai platform medsos, di samping dapat meningkatkan kualitas diri dan menyebarkan kebaikan, sekaligus dapat bersinggungan dengan hal-hal yang sangat negatif. Ini semua tergantung dari mens rea atau iktikat baik kita.
Medsos telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita. Dengan lebih dari 3,8 miliar pengguna aktif di seluruh dunia, medsos telah menjadi platform yang efektif untuk berbagi informasi, berinteraksi, dan saling mempengaruhi. Medsos juga dapat menjadi sumber fitnah, gosip, dan kebencian jika tidak digunakan dengan bijak.
Dalam konteks Ramadan, medsos dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan kesadaran spiritual, menyebarkan kebaikan, dan memperkuat komunitas. Banyak orang menggunakan medsos untuk berbagi kutipan inspiratif, doa, dan kisah-kisah inspiratif tentang Ramadan. Kita juga menggunakan medsos untuk mengajak orang lain berpuasa, bertarawih, dan melakukan amal kebaikan lainnya.
Meskipun digunakan dengan iktikat baik, jika medsos itu dapat juga mengganggu konsentrasi, bahkan mengurangi kualitas ibadah. Kita kadang tak sadar dan terperangkap karena terlalu sibuk dengan medsos, tidak dapat fokus pada ibadah dan memperbaiki diri. Apalagi jika sudah sejak awal kita sudah memasang mens rea, niat tidak baik, untuk berbuat yang negatif dengan media soial itu. Dari niatnya saja kita sudah berdosa, bukan berfahala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-WILDAN-MPd.jpg)