Minggu, 12 April 2026

Ramadhan 2026

Tadabbur Alam, Dosen UIN Ar-Raniry: Al-Quran Mendorong Peradaban Ilmu dan Memperkuat Keimanan

Dengan cara itulah manusia dapat menyadari bahwa alam semesta tidak mungkin tercipta secara kebetulan, melainkan merupakan ciptaan Allah.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Tangkap Layar Youtube SERAMBINEWS
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr H Teuku Zulkhairi 

Tadabbur Alam, Dosen UIN Ar-Raniry: Al-Quran Mendorong Peradaban Ilmu dan Memperkuat Keimanan

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr H Teuku Zulkhairi, menyampaikan tausyiah Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Kamis malam (5/3/2026), bertepatan dengan 16 Ramadhan 1447 H. 

Tausyiah tersebut mengangkat tema “Isyarat Ilmiah dalam Al-Qur’an dan Hubungannya dengan Keimanan.”

Dalam ceramahnya, Dr Zulkhairi menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab ibadah ritual, tetapi juga sebagai kitab yang mendorong manusia untuk berpikir, meneliti, dan membaca tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. 

Menurutnya, berbagai isyarat ilmiah dalam Al-Qur’an sejatinya merupakan bagian dari ajakan ilahi agar manusia merenungi tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang tersebar di alam. 

“Tujuan utama dari isyarat ilmiah dalam Al-Qur’an bukanlah menjadikan Al-Qur’an sebagai buku sains. Tetapi ayat-ayat itu mengajak manusia untuk membaca tanda-tanda kekuasaan Allah sehingga keimanan semakin kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an banyak ayat yang mendorong manusia untuk menggunakan akal dan memperhatikan fenomena alam. 

Dengan cara itulah manusia dapat menyadari bahwa alam semesta tidak mungkin tercipta secara kebetulan, melainkan merupakan ciptaan Allah yang penuh hikmah dan keteraturan.

Dalam tausyiahnya, Dr. Zulkhairi memaparkan beberapa contoh ayat Al-Qur’an yang sering dikaji dalam diskusi tentang hubungan antara wahyu dan ilmu pengetahuan.

Salah satu contoh yang disampaikannya adalah ayat yang menyebutkan gunung sebagai pasak bumi. Allah berfirman:“Dan gunung-gunung sebagai pasak.” QS. An-Naba'ayat 7.

Menurutnya, ayat tersebut menarik perhatian para ilmuwan karena penelitian geologi modern menunjukkan bahwa gunung memiliki struktur akar yang menancap jauh ke dalam lapisan bumi.

Struktur tersebut berfungsi menstabilkan kerak bumi, sehingga secara ilmiah dapat dianalogikan seperti pasak yang menahan suatu bangunan.

“Pada masa turunnya Al-Qur’an, manusia tentu belum memiliki pengetahuan geologi seperti sekarang. Tetapi Al-Qur’an telah memberikan isyarat tentang fungsi gunung tersebut,” jelasnya.

Contoh kedua yang disampaikan adalah ayat tentang tahapan perkembangan manusia dalam kandungan. 

Ia mengutip firman Allah yang berbunyi : “Kemudian Kami menjadikan air mani itu sesuatu yang melekat (‘alaqah), lalu Kami menjadikan yang melekat itu segumpal daging (mudghah), lalu Kami menjadikan segumpal daging itu tulang-belulang, kemudian tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging.” QS Al-Mu'minun ayat 14.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved