Jumat, 1 Mei 2026

Ramadhan 2026

Tadabbur Alam, Dosen UIN Ar-Raniry: Al-Quran Mendorong Peradaban Ilmu dan Memperkuat Keimanan

Dengan cara itulah manusia dapat menyadari bahwa alam semesta tidak mungkin tercipta secara kebetulan, melainkan merupakan ciptaan Allah.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Tangkap Layar Youtube SERAMBINEWS
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr H Teuku Zulkhairi 

Menurutnya lagi, ayat ini menjelaskan secara bertahap proses perkembangan manusia sejak fase awal hingga terbentuknya tubuh manusia. 

Dalam ilmu embriologi modern, para ilmuwan juga menemukan bahwa perkembangan embrio manusia memang berlangsung melalui tahapan-tahapan tertentu yang kompleks.

“Ilmu kedokteran modern baru bisa mempelajari perkembangan embrio setelah ditemukan teknologi mikroskop dan penelitian ilmiah yang mendalam. 

Namun Al-Qur’an telah memberikan gambaran tentang proses itu berabad-abad yang lalu,” katanya.

Selain itu, ia juga mengangkat kisah tentang jasad Fir’aun yang disebutkan dalam Al-Qur’an. 

Allah berfirman: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang setelahmu.” QS Yunus Ayat 92. 

Ayat tersebut menjelaskan bahwa jasad Fir’aun akan diselamatkan sebagai pelajaran bagi generasi setelahnya. 

Dalam perkembangan kajian arkeologi modern, jasad Fir’aun memang ditemukan dalam keadaan terawetkan dan kini dapat disaksikan di museum.

Dr Zulkhairi menjelaskan bahwa temuan-temuan seperti ini sering menimbulkan kekaguman di kalangan ilmuwan dan mendorong banyak peneliti untuk mempelajari Al-Qur’an lebih dalam.

Namun ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan sekadar menemukan kesesuaian antara ayat Al-Qur’an dan penemuan ilmiah. 

Lebih dari itu, isyarat ilmiah dalam Al-Qur’an harus dipahami sebagai sarana untuk memperkuat iman kepada Allah.

“Semakin manusia memahami alam semesta, seharusnya semakin ia menyadari kebesaran Allah. Ilmu pengetahuan tidak seharusnya menjauhkan manusia dari iman, tetapi justru memperkuat keyakinannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dorongan Al-Qur’an untuk berpikir dan meneliti alam semesta pernah melahirkan tradisi keilmuan yang sangat maju dalam sejarah Islam.

Salah satu contohnya adalah perkembangan ilmu pengetahuan pada masa peradaban Islam di Andalusia, Spanyol.

Pada masa itu, wilayah Andalusia menjadi pusat peradaban ilmu di dunia. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved