Patrick Kluivert Bukan Dipecat, Tapi Dilepas PSSI Lewat Mutual Termination, Ini Perbedaannya

PSSI melepas Patrick Kluivert bersama seluruh tim kepelatihan Timnas Indonesia dari senior, U23, hingga U20.

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina
PATRICK KLUIVERT - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert menyaksikan pertandingan timnya melawan China Taipei dalam pertandingan FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025) malam. TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina (TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina) 

Dalam hal ini, biasanya pekerja melakukan kinerja buruk, pelanggaran, atau tidak memenuhi target tertentu.

Pihak pertama umumnya membayar kompensasi sisa kontrak sesuai dengan klausul yang disepakati. 

Baca juga: Kenapa Patrick Kluivert Dipecat? PSSI Bongkar Alasan di Balik Perpisahan dengan Timnas Indonesia


PSSI Tak Wajib Bayar Kompensasi

PSSI dan Patrick Kluivert menyepakati kontrak selama dua tahun sejak awal 2025 lalu.

Jika pemutusan kontrak terjadi pada Oktober 2025, maka sisa kontrak Patrick Kluivert masih menyisakan 14 bulan lagi.

Media olahraga asal Turki, Zpor sempat mengulas gaji Kluivert yang ditaksir mencapai Rp2,3 miliar atau jika ditotal selama dua tahun maka mencapai Rp55 miliar.

Artinya, PSSI seharusnya membayar sisa kontrak senilai Rp37,8 miliar sebagai kompensasi dengan hitungan gaji diperkirakan mencapai Rp1,3 sampai Rp1,5 miliar per bulan.

Jika pemutusan kontrak dilakukan melalui mutual termination, PSSI tentu tidak wajib membayar biaya kompensasi karena berdasarkan kesepakatan bersama.


Namun jika dilakukan dengan pemecatan sepihak, PSSI wajib membayar sisa kontrak ditambah potensi biaya penalti atau klausul tambahan lainnya.

Akan tetapi angka tersebut masih bersifat perkiraan karena belum ada laporan resmi yang dirilis PSSI terkait rincian kontrak Patrick Kluivert.

 

 

Patrick Kluivert Buka Suara

Patrick Kluivert akhirnya angkat bicara setelah resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia, Kamis (16/10/2025).

Melalui pernyataan singkat yang ia unggah di media sosial, pelatih asal Belanda itu mengungkapkan rasa kecewa karena gagal membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026, namun tetap bangga atas perjalanan dan kebersamaan yang telah terjalin selama hampir satu tahun terakhir.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved