Selasa, 19 Mei 2026

Ramadhan 2026

Mau Bayar Utang Puasa Ramadhan Tapi Lupa Jumlah Harinya, Ini yang Harus Dilakukan Untuk Qadha Puasa

Oleh karena itu, bagi mereka yang lupa dengan jumlah hari utang puasanya, kondisi tersebut tidak serta-merta menggugurkan kewajiban.

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Chat GPT
ILUSTRASI PUASA - Mau Bayar Utang Puasa Ramadhan Tapi Lupa Jumlah Harinya, Ini yang Harus Dilakukan Untuk Qadha Puasa 

Untuk mengatasi keraguan tersebut, terdapat beberapa metode atau tata cara ijtihad yang bisa dilakukan berdasarkan penjelasan dari pihak Kemenag dan Ustaz Abdul Somad.

Baca juga: Tata Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan, Jika Lupa Mengqadha Puasa, Ini Penjelasan

Cara bayar utang puasa jika jumlah harinya

Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa metode ijtihad yang bisa dilakukan untuk menuntaskan kewajiban membayar utang puasa ramadhan yang ditinggalkan namun lupa jumlah harinya.

1. Gunakan prinsip ijtihad (memperkirakan)

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa bagi mereka yang lupa jumlah hari utangnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan ijtihad.

"Seseorang bisa memperkirakan jumlah hari yang paling mendekati kebenaran berdasarkan ingatan dan keyakinannya. Prinsipnya, seseorang dibebani kewajiban sesuai kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya," ungkap Arsad, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (17/12/2025).

Artinya, seseorang tidak perlu terpaku pada angka eksak jika memang sudah tidak ingat, namun wajib membuat estimasi yang paling masuk akal agar beban kewajiban tetap tertunaikan sebelum Ramadhan berikutnya tiba.

2. Metode "puberty to present" ala Ustaz Abdul Somad

Sementara itu, dai kondang asal Riau, Ustad Abdul Somad juga membagikan beberapa metode membayar utang puasa jika lupa jumlah harinya.

Solusi yang ditawarkan menggunakan pendekatan matematika yang praktis, khususnya bagi seseorang yang punya utang puasa menumpuk selama bertahun-tahun sejak masa remaja.

Metode ini dilakukan dengan cara menghitung rentang waktu sejak seseorang mengalami akil baligh hingga usia saat ini.

Sebagai contoh, apabila seorang wanita mulai akil baligh pada usia 10 tahun dan baru menyadari kewajiban melunasi utangnya di usia 30 tahun, maka terdapat rentang waktu 20 tahun yang harus dihitung.

Cara perhitungannya adalah dengan mengambil rata-rata hari berhalangan (seperti haid atau sakit) dalam setahun, lalu dikalikan dengan jumlah tahun tersebut.

Jika rata-rata tidak berpuasa adalah 30 hari per tahun, maka total utang yang harus dibayar adalah 600 hari (30 hari x 20 tahun).

"Tetapkan dulu jumlahnya. Jika sudah dapat angkanya, cicil setiap Senin dan Kamis. Dalam setahun bisa lunas sekitar 88 hari. Insya Allah lama-lama lunas," saran UAS, dikutip dari Serambinews.com, (28/2/2024).

Strategi mencicil ini bertujuan agar beban yang terlihat besar menjadi lebih ringan dan terukur.

Senada dengan UAS, Buya Yahya melalui kanal YouTube Al Bahjah TV juga menekankan pentingnya menetapkan angka pasti melalui perkiraan (ijtihad) sebelum memulai qadha.

Baca juga: Kapan Dimulai Puasa Ramadhan 2026? Muhammadiyah: 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026

Ia menyarankan agar seseorang mengingat kembali perkiraan hari yang ditinggalkan sejak tahun pertama akil baligh.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved