Ramadhan 2026
Doa Berbuka Puasa Ramadan 2026 Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Berikut bacaan niat puasa Ramadan dan doa berbuka puasa lengkap dengan tulisan Arab, latin, serta artinya yang bisa diamalkan.
SERAMBINEWS.COM – Ramadan 1447 Hijriah sudah tiba. Bagi umat Muslim, momen ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat niat serta memperbanyak doa.
Berikut bacaan niat puasa Ramadan dan doa berbuka puasa lengkap dengan tulisan Arab, latin, serta artinya yang bisa diamalkan.
Bacaan Niat Puasa Ramadan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala.”
Niat ini bisa diucapkan secara lisan maupun cukup di dalam hati. Waktunya dilakukan pada malam hari, setelah salat Tarawih, atau sebelum fajar usai sahur. Yang terpenting adalah adanya kesungguhan hati untuk menjalankan ibadah puasa.
Doa Berbuka Puasa
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”
Setelah seharian berpuasa, umat Muslim dianjurkan membaca doa ini sebagai ungkapan syukur. Umumnya dibaca saat hendak berbuka atau setelah meneguk air dan menyantap kurma. Namun, jika dibaca tepat sebelum berbuka pun tetap diperbolehkan.
Ulasan ini sekadar pengingat. Bisa jadi ada yang lupa bacaannya, atau mungkin baru belajar menjalankan puasa, termasuk saudara-saudara mualaf yang pertama kali menyambut Ramadan.
Baca juga: Jangan Sampai Puasa Sia-sia! Buya Yahya Sebut Amalan Ramadhan yang Lebih Dahsyat dari Puasa &Tarawih
Baca juga: ASN Siap-Siap! THR 2026 Cair Lebih Awal, Kemenkeu Siapkan Anggaran Rp 55 Triliun
Awal Ramadan 1447 H Berbeda
Tahun ini, awal Ramadan 1447 H berpotensi berbeda penetapannya. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut mengacu pada metode hisab hakiki wujudul hilal berbasis Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini menggunakan perhitungan astronomis akurat untuk menentukan awal bulan Hijriah, dengan syarat ijtima’ terjadi sebelum matahari terbenam dan posisi hilal sudah berada di atas ufuk.
Berdasarkan perhitungan, ijtimak terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H atau 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC. Awalnya belum ada wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1. Namun setelah pukul 16.06 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika yang memenuhi kriteria PKG 2, dengan tinggi Bulan di atas 5 derajat dan elongasi lebih dari 8 derajat.
Dengan terpenuhinya syarat tersebut, Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada 18 Februari 2026.
Umat Muslim kini tinggal bersiap menyambut bulan suci. Niat diluruskan, doa diperbanyak, dan semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi semua.
Penjelasan BRIN
Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi bahwa 1 Ramadhan 1447 H akan jatuh berbeda.
1 Ramadhan 1447 H di wilayah Indonesia diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dia menerangkan, pada saat Maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, sebagaimana yang digunakan pemerintah dan untuk menentukan awal bulan hijriah.
Ketika waktu tersebut, posisi hilal belum memenuhi tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
"Fakta Astronomi pada saat maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik. Ini di wilayah Amerika, sehingga di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum memenuhi kriteria," kata Thomas, dikutip dari laman Youtube resminya.
"Sehingga, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada tanggal 19 Februari 2026," imbuhnya.
Namun, ada pula ormas yang menggunakan kriteria Turkiye, di mana posisi Bulan di wilayah Alaska telah memenuhi kriteria dan ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Ini artinya, menurut kriteria Türkiye, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada 18 Februari 2026.
"Jadi ada potensi perbedaan awal Ramadhan, ada yang 18 Februari dan 19 Februari," ungkapnya.
Puasa Menurut NU
Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi akan melaksanakan puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada 19 Februari 2026.
Ini mengacu pada penjelasan Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang Prof. H. Ahmad Izzuddin dalam lokakarya imsakiyah Nahdlatul Ulama (NU).
Ia mengatakan, ijtimak terjadi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 19.02 WIB.
Berdasarkan perhitungan hisab dan kriteria MABIMS, posisi hilal saat Matahari terbenam masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Dengan demikian, awal Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dilansir dari laman NU Online, penetapan awal Ramadhan menurut NU ditetapkan menggunakan metode rukyatul hilal. Metode tersebut sudah dipakai sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga saat ini.
Hanya saja, zaman sekarang pengamatan hilal dibantu dengan alat teropong agar lebih akurat dan maksimal.
Rukyatul hilal adalah proses mengamati hilal untuk menentukan awal bulan Qamariyah, termasuk di dalamnya penentuan awal Ramadhan. Proses rukyatul hilal ditandai dengan munculnya visibilitas bulan sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru konjungsi atau ijtimak.
Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari sehingga posisi hilal berada di ufuk barat.
(Serambinews.com/BangkaPos.com)
ramadhan 2026
doa berbuka puasa
doa berbuka puasa dalam bahasa arab
Ini Lafadz Doa Berbuka Puasa
Serambi Indonesia
| Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-29 Ramadhan: Mendapat Pahala Seribu Ibadah Haji |
|
|---|
| ISTAGAL Salurkan Santunan untuk Korban Banjir, Anak Yatim, Piatu, dan Dhuafa di Gayo Lues |
|
|---|
| Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap, Pastikan Dibayar Sebelum Salat Idul Fitri |
|
|---|
| Buka Bersama di Oslo, Ketua TASTAFI dan Dubes RI Bahas Situasi Terkini dan Kepedulian untuk Aceh |
|
|---|
| Sering Begadang saat Puasa? Ikuti Cara Atur Tidur 7 Jam ala Dr Boyke |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pria-muslim-sedang-berbuka-puasa.jpg)