Jumat, 8 Mei 2026

Ramadhan 2026

Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar Saat Mudik, Buya: Perbanyak Ibadah Meski di Kendaraan

Iktikaf hanya menjadi salah satu sarana agar seseorang lebih fokus beribadah dan terhindar dari kesibukan dunia.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
youtube/YouTube Al Bahjah
Pendakwah Buya Yahya 

SERAMBINEWS.COM - Menghidupkan malam Lailatul Qadar tetap dapat dilakukan oleh umat Islam meskipun sedang dalam perjalanan mudik. Hal tersebut disampaikan seorang ulama dalam kajian yang membahas cara meraih keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan itu.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya menyebutkan bahwa yang paling utama untuk meraih Lailatul Qadar adalah menghidupkan malam dengan ibadah, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

“Dalam hadis disebutkan man qoma lailatul qadr, barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah, maka ia akan mendapatkan keutamaannya,” jelasnya dikutip Serambinews.com, Senin (16/3/2026).

Ia menerangkan bahwa iktikaf bukanlah syarat utama untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Iktikaf hanya menjadi salah satu sarana agar seseorang lebih fokus beribadah dan terhindar dari kesibukan dunia.

Namun bagi orang yang sedang dalam perjalanan mudik dan tidak dapat melakukan iktikaf di masjid, mereka tetap bisa menghidupkan malam tersebut dengan berbagai ibadah.

“Bagi yang sedang dalam perjalanan, hidupkan malam itu dengan ibadah kepada Allah. Perbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, berselawat, dan salat,” ujarnya.

Baca juga: Sering Langsung Tarawih Setelah Isya? Buya Yahya Ingatkan Shalat Ba’diyah Isya Jangan Terlewat

Ia juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, seseorang boleh melaksanakan salat di atas kendaraan. Hal itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang pernah melaksanakan salat sunnah ketika berada di atas kendaraan saat perjalanan.

Karena itu, ia mengimbau para pemudik agar menjadikan perjalanan sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah, terutama pada malam-malam terakhir Ramadan yang diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar.

“Daripada marah-marah karena macet, lebih baik memperbanyak zikir dan salat. Dengan begitu perjalanan menjadi ibadah,” katanya.

Selain bagi pemudik, ia juga menyinggung kondisi sebagian perempuan yang tidak dapat melaksanakan iktikaf di masjid karena berbagai alasan, seperti tidak adanya pendamping atau kondisi masjid yang kurang memungkinkan.

Menurutnya, perempuan tetap dapat menghidupkan malam Lailatul Qadar dari rumah dengan melaksanakan salat malam, berzikir, membaca Al-Qur’an, serta melakukan renungan spiritual.

“Tidak harus ke masjid. Jika lebih aman beribadah di rumah, maka lakukanlah di rumah. Yang penting adalah menghidupkan malam itu dengan ibadah,” jelasnya.

Baca juga: Buya Yahya Ungkap Tanda Orang Mendapat Malam Lailatul Qadar, Terlihat dari Perubahan Usai Ramadhan

Ia juga mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan waktu di perjalanan dengan kegiatan yang bermanfaat, mengingat penggunaan telepon genggam terkadang justru membuat seseorang melihat hal-hal yang tidak baik.

“Handphone hari ini sangat menggoda. Karena itu isi perjalanan dengan ibadah, dengan salat dan zikir agar lebih bermanfaat,” katanya.

Dengan memperbanyak ibadah di malam-malam akhir Ramadan, ia berharap umat Islam tetap dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar meskipun berada di perjalanan.

“Jadikan mudik sebagai perjalanan bersama Allah. Insya Allah kita tetap bisa mendapatkan Lailatul Qadar jika malam itu adalah malamnya,” pungkasnya.

(Serambinews.com/Firdha)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved