Jumat, 24 April 2026

Batas Waktu Puasa Syawal, Sampai Kapan Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Buya Yahya

Kini memasuki hari ke-7, pertanyaan soal batas waktu puasa Syawal ini pun mulai bermunculan bagi mereka yang tidak mau melewatkan kesempatan ini.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
Tangkapan layar/YouTube Al Bahjah
BUYA YAHYA - Berikut penjelasan Buya Yahya soal waktu pengerjaan puasa syawal. 

SERAMBINEWS.COM - Memasuki hari ke-7 bulan Syawal 1447 H, sebagian umat muslim ada yang masih belum menunaikan ibadah puasa syawal.

Setelah menunaikan puasa ramadhan selama satu bulan penuh, umat muslim disunnahkan untuk menyempurnakan ibadah puasa wajibnya dengan puasa sunnah enam hari.

Puasa enam hari ini dikerjakan pada bulan syawal, tepatnya setelah perayaan Idul Fitri pada 1 Syawal.

Keutamaannya puasa enam hari syawal tidak main-main, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa siapa pun yang mengiringi puasa Ramadhan dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala setara berpuasa setahun penuh.

Namun, di tengah suasana lebaran yang kental dengan silaturahmi dan jamuan makan, banyak umat muslim yang menunda mengerjakan puasa sunnah ini.

Kini memasuki hari ke-7, pertanyaan soal batas waktu pengerjaan puasa Syawal ini pun mulai bermunculan bagi mereka yang tidak mau melewartkan kesempatan ini.

Lalu, kapan batas akhir boleh mengerjakan puasa syawal?

Baca juga: Puasa Syawal Hanya Senin-Kamis, Bolehkah? Ini Penjelasan Mazhab Syafii yang Perlu Diketahui

Waktu pengerjaan puasa syawal

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof. Yahya Zainul Ma'arif, LC, MA, Ph.D atau Buya Yahya dalam sebuah kajian yang diunggah di YouTube Al-Bahjah Tv sebenarnya sudah pernah memberikan penjelasannya mengenai persoalan ini.

Buya Yahya, menjelaskan dalam mazhab Imam Syafi'i, puasa sunnah Syawal sangat dikukuhkan dikerjakan pada tanggal 2 Syawal, dan dikerjakan berurutan selama 6 hari.

"Penjelasan dari Faatbaahu Sittan, puasa 6 Syawal itu disunnahkan, menurut Imam Syafi'i disunnahkan di atas sunnah sangat dikukuhkan, jika ditanggal ke-2 berurutan sampai tanggal ke-6. Itu dalam mazhab Imam Syafi'i radhiallahu 'anhu," kata Buya Yahya.

Berikut tayangan video penjelasan lengkap Buya Yahya soal waktu pengerjaan puasa sunnah Syawal.

Tapi, lanjut Buya Yahya seperti dikutip dalam video tersebut, ada ikhtilaf pendapat ulama lainnya yang berbanding terbalik dengan mazhab Imam Safi'i.

Menurut Imam Maliki, makruh apabila langsung memulai puasa sunnah Syawal setelahnya hari raya pertama Idul Fitri atau pada tanggal 2 Syawal.

Ini karena dikhawatirkan, puasa sunnah Syawal menjadi sebuah kewajiban sehingga dianggap bisa memberatkan orang.

"Jadi kalau Anda kenal yang Mazhab Maliki, tidak langsung (puasa) hari ke-2, 3, 4 nanti," sebut Buya Yahya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved