Minggu, 26 April 2026

Mihrab

Khutbah Jumat - Ustaz Mizaj Iskandar: Silaturahmi di Syawal Bawa Berkah Rezeki dan Umur

“Jangan sampai setelah Syawal berlalu, hubungan kembali renggang dan komunikasi terputus,” tegasnya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Yayasan Wakaf Baitul Asyi Ustaz Dr. Mizaj Iskandar, Lc, LL.M 

Khutbah Jumat - Ustaz Mizaj Iskandar: Silaturahmi di Syawal Bawa Berkah Rezeki dan Umur

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan di bulan Syawal adalah mempererat silaturahmi. 

Dalam kehidupan sosial, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan perintah agama yang memiliki dampak perubahan terhadap kehidupan individu dan masyarakat. 

Ketua Yayasan Wakaf Baitul Asyi Ustaz Dr. Mizaj Iskandar, Lc, LL.M menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Al Mukhlisin Menara Baro Gampong Miruk, Kecamatan Krueng Barona Jaya, (3/4/2026), bertepatan 14 Syawal 1447 Hijriah. 

Allah Swt berfirman: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan” (QS. An-Nisa: 1). 

Ayat ini menegaskan, menjaga hubungan kekeluargaan merupakan bagian dari ketakwaan kepada Allah Swt.

Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” (HR. Bukhari dan Muslim). 

“Ini menunjukkan, silaturahmi tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan, baik dari sisi rezeki maupun umur,” ungkapnya. 

Anggota Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh ini menjelaskan, di bulan Syawal, tradisi saling mengunjungi, bermaafan, dan memperbaiki hubungan menjadi sangat terasa. 

Namun, yang perlu kita pahami bahwa silaturahmi bukan hanya dilakukan pada hari raya semata, melainkan harus terus dijaga sepanjang waktu. 

“Jangan sampai setelah Syawal berlalu, hubungan kembali renggang dan komunikasi terputus,” tegasnya.

Menurut Ustaz Mizaj Iskandar,  selain silaturahmi, peningkatan ibadah juga harus menjadi fokus di bulan Syawal. Ibadah tidak berhenti setelah Ramadan usai. 

Justru tanda diterimanya amal ibadah di bulan Ramadhan adalah adanya kesinambungan amal di bulan-bulan berikutnya. 

Allah Swt berfirman: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa ibadah kewajiban sepanjang hayat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved