Selasa, 28 April 2026

Haji 2026

Naik Haji, Begini Doa Melepas Keberangkatan Kerabat dan Teman ke Tanah Suci

Bacaan doa melepas keberangkatan jamaah haji kembali menjadi perhatian umat Islam menjelang musim haji karena dalam Islam

Editor: Nur Nihayati
AP Photo/Rafiq Maqbool
Jemaah haji melaksanakan tawaf atau mengelilingi kakbah di Masjidil Haram di kota Makkah, Arab Saudi, Minggu (16/6/2024). Berikut doa saat mengantar jamaah haji. 

Berikut lafaz doa yang dimaksud:

فِي حِفْظِ اللَّهِ وَفِي كَنَفِهِ، زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَوَجَّهَكَ فِي الْخَيْرِ حَيْثُ مَا كُنْتَ
Fī hifdhillāhi wa fī kanafihī, zawwadakallāhu at-taqwā, wa ghafara dzanbaka, wa wajjahaka fī al-khairi haitsu mā kunta.

Artinya: “Dalam perlindungan Allah dan dalam penjagaan-Nya. Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan mengarahkanmu kepada kebaikan di mana pun engkau berada.” (Ad-Du’a li Thabrani [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 259)

Doa Menitipkan Agama, Amanat, dan Penutup Amal
Doa ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i (wafat 303 H) dalam kitabnya. Di dalamnya memiliki makna yang sangat dalam lantaran berisi titipan tiga perkara penting, yaitu agama yang harus dijaga selama perjalanan, amanat (termasuk keluarga yang ditinggalkan), serta penutup amal seseorang.

Berikut lafaz doa yang dimaksud:

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Astawdi’ullāha dīnaka wa amānataka wa khawātīma ‘amalika.

Artinya: “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu.” (Amal al-Yaum wa al-Lailah [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol. 1, h. 357)

Doa Memohon Keberkahan dan Perlindungan
Imam Ibn Hibban (wafat 354 H) dalam kitab Shahih-nya menyebutkan bahwa selain dua doa di atas, ada pula doa yang dapat dipanjatkan oleh pihak keluarga untuk memohon keberkahan sekaligus perlindungan selama perjalanan.

Berikut lafaz doa yang dimaksud:

اللَّهُمَّ احْمِلْ عَلَيْهَا فِي سَبِيْلِكَ فَإِنَّكَ تَحْمِلُ عَلَى الْقَوِيِّ وَالضَّعِيفِ، وَالرَّطَبِ وَالْيَابِسِ فِيْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
Allāhumma ihmil ‘alaihā fī sabīlika fa’innaka tahmilu ‘alā al-qawiyyi wad-dla‘īfi, war-rathabi wal-yābisi fī al-barri wal-bahri.

Artinya: “Ya Allah, bawalah kami di atas kendaraan ini di jalan-Mu, karena sesungguhnya Engkau membawa yang kuat maupun yang lemah, yang basah maupun yang kering, di darat maupun di laut.” (Shahih Ibn Hibban [Beirut: Dar Ibn Hazm], vol. 7, h. 418)

Doa Memohon Diterimanya Ibadah
Imam Ibn Muflih al-Hanbali (wafat 763 H) dalam kitabnya menyebutkan bacaan doa yang dapat ditujukan kepada jamaah haji sebagai harapan agar seluruh perjuangan dan pengorbanannya diterima oleh Allah.

Berikut lafaz doa yang dimaksud:

تَقَبَّلَ اللَّهُ سَعْيَك، وَأَعْظَمَ أَجْرَكَ
Taqabbalallāhu sa’yaka, wa a’dhama ajraka.

Artinya: “Semoga Allah menerima usahamu dan melipatgandakan pahalamu.” (Al-Furu’ wa Tashih al-Furu’ [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol. 10, h. 233)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved