Selasa, 28 April 2026

Haji 2026

Naik Haji, Begini Doa Melepas Keberangkatan Kerabat dan Teman ke Tanah Suci

Bacaan doa melepas keberangkatan jamaah haji kembali menjadi perhatian umat Islam menjelang musim haji karena dalam Islam

Editor: Nur Nihayati
AP Photo/Rafiq Maqbool
Jemaah haji melaksanakan tawaf atau mengelilingi kakbah di Masjidil Haram di kota Makkah, Arab Saudi, Minggu (16/6/2024). Berikut doa saat mengantar jamaah haji. 

Doa agar Menjadi Haji yang Mabrur

Doa paling utama bagi orang yang berhaji tentu saja harapan agar memperoleh haji mabrur serta dosa-dosanya diampuni. Doa ini diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani (wafat 360 H) dalam kitabnya. Meski di dalam riwayat disebutkan bahwa doa ini dibaca oleh orang yang berhaji saat melempar jumrah, tetapi boleh juga dibaca oleh orang yang mengiringi keberangkatan ibadah haji saudaranya.

Berikut lafaz doa yang dimaksud:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Allāhummaj’alhu hajjan mabrūran wa dzanban maghfūran.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajinya sebagai haji yang mabrur dan dosanya sebagai dosa yang diampuni.” (Ad-Du’a li Thabrani [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 276)

Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim

Mendoakan sesama muslim memiliki keutamaan besar. Syekh Jalaluddin as-Suyuthi (wafat 911 H) dalam kitabnya menukil riwayat dari Abu Bakar ash-Shiddiq bahwa doa seorang saudara untuk saudaranya karena Allah merupakan doa yang mustajab.

عَنِ الصُّنَابِحِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ: أَنَّ دُعَاءَ الْأَخِ لِأَخِيهِ فِي اللَّهِ يُسْتَجَابُ
Artinya: “Dari ash-Shunabihi, bahwa ia mendengar Abu Bakar ash-Shiddiq berkata: ‘Sesungguhnya doa seorang saudara untuk saudaranya karena Allah adalah doa yang dikabulkan.’” (Al-Jami’ al-Kabir [Kairo: al-Azhar asy-Syarif], vol. 14, h. 90)

Bahkan, para malaikat turut mengaminkan doa tersebut serta mendoakan kebaikan serupa bagi orang yang berdoa. 

Oleh karena itu, saat mendoakan jamaah haji, sejatinya ia juga sedang membuka pintu kebaikan bagi dirinya sendiri.

Syekh Mulla al-Qari (wafat 1014 H) menjelaskan:

قِيْلَ: كَانَ بَعْضُ السَّلَفِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ لِنَفْسِهِ يَدْعُو لِأَخِيْهِ الْمُسْلِمِ بِتِلْكَ الدَّعْوَةِ، لِيَدْعُوَ لَهُ الْمَلَكُ بِمِثْلِهَا فَيَكُونَ أَعْوَنَ لِلِاسْتِجَابَةِ
Artinya: “Dikatakan bahwa sebagian kalangan salafusshalih apabila hendak berdoa untuk dirinya sendiri, terlebih dahulu ia mendoakan saudaranya sesama muslim dengan doa yang sama, agar malaikat mendoakan untuknya semisal itu pula. Dengan demikian, hal tersebut lebih membantu terkabulnya doa.” (Mirqah al-Mafatih Syarh al-Misykah al-Masabih [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 4, h. 1526)

Maka dari itu, memanjatkan doa saat melepas saudara kita yang akan berangkat haji merupakan kesunnahan yang dianjurkan dan termasuk momentum mustajabnya doa. Sehingga perlu kiranya untuk diperhatikan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved