Rabu, 27 Mei 2026

Keutamaan Puasa Arafah, Buya Yahya Sebut Bisa Hapus Dosa Setahun Lalu dan Setahun Mendatang

Buya Yahya menjelaskan bahwa Hari Arafah merupakan hari yang agung dan mulia, yang dipilih Allah SWT sebagai waktu penuh keberkahan dan amalan ibadah.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Chat GPT/CHAT GPT
Keutamaan Puasa Arafah 

SERAMBINEWS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam juga akan memasuki salah satu hari istimewa dalam kalender Islam, yakni Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah.

Pada hari ini, umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah karena memiliki keutamaan yang sangat besar.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa Hari Arafah merupakan hari yang agung dan mulia, yang dipilih Allah SWT sebagai waktu penuh keberkahan dan amalan ibadah.

“Bagi orang yang sedang berhaji, mereka melakukan wukuf di Padang Arafah. Sedangkan bagi yang tidak menunaikan ibadah haji, disunnahkan untuk berpuasa di Hari Arafah,” jelas Buya Yahya dikutip dari laman buyayahya.org, Senin (25/5/2026).

Ia menyebut, keutamaan puasa Arafah dijelaskan langsung dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim.

Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah diharapkan menjadi sebab dihapuskannya dosa selama satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Keutamaan ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang memanfaatkan Hari Arafah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Baca juga: Apa Keutamaan di Balik Puasa Arafah? Buya Yahya Ungkap Pahala Besar bagi yang Belum Bisa Wukuf

Hari-Hari yang Dicintai Allah

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang sangat dicintai Allah untuk beramal saleh.

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Daud, Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari untuk beramal saleh yang lebih dicintai Allah dibandingkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, sedekah, silaturahmi, dzikir, takbir, tahlil, dan tahmid.

“Puncaknya adalah di Hari Arafah,” kata Buya Yahya.

Siapa yang Dianjurkan Puasa Arafah?

Buya Yahya menjelaskan, puasa Arafah disunnahkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Sementara bagi jemaah haji yang sedang berada di Arafah, mereka dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Selain berpuasa, Hari Arafah juga menjadi momen yang baik untuk memperbanyak amal saleh lainnya seperti bersedekah, menjaga silaturahmi, dan memperbanyak takbir.

Baca juga: Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Matangkan Fase Armuzna: Wukuf di Arafah hingga Lontar Jumrah di Mina

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved