Sabtu, 30 Mei 2026

Buya Yahya Ungkap Hukum Menjual Daging Kurban, Ternyata Ada yang Halal dan Haram

Ada kondisi tertentu yang membuat menjual daging kurban diperbolehkan, namun ada pula yang jelas dilarang dan tidak boleh dilakukan.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Tangkapan layar/YouTube Buya Yahya
Pendakwah Buya Yahya 

Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa terdapat lima hari yang diharamkan untuk berpuasa dalam Islam.

Kelima hari tersebut yakni Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, dan tiga hari Tasyrik.

Buya Yahya mengatakan, larangan itu menjadi bukti bahwa ibadah dalam Islam harus dijalankan sesuai petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW, bukan berdasarkan keinginan pribadi.

“Ada maknanya, ibadah itu harus patuh. Tidak bisa semaunya sendiri,” ujar Buya Yahya dalam ceramahnya dikutip Kamis (28/5/2026) dari kanal YouTube Buya Yahya.

Ia menjelaskan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha merupakan hari makan, hari bergembira, dan hari menikmati rezeki dari Allah SWT sehingga umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa.

“Kalau hari senang, ya senang. Islam itu agama yang indah,” jelasnya.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Pada hari-hari tersebut, umat Islam juga diharamkan berpuasa.

Buya Yahya menerangkan, hari Tasyrik menjadi waktu bagi umat Muslim menikmati hidangan kurban, makan bersama keluarga, dan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT.

Menurutnya, Islam tidak mengajarkan ibadah yang berlebihan hingga menyiksa diri sendiri.

Ia mencontohkan adanya sebagian orang yang ingin terus berpuasa tanpa berbuka atau beribadah sepanjang malam tanpa istirahat karena merasa semakin berat ibadah maka semakin baik.

Padahal, Rasulullah SAW justru mengingatkan agar umatnya beribadah sesuai tuntunan syariat.

Dalam ceramah itu, Buya Yahya juga mengisahkan beberapa sahabat Nabi yang ingin melakukan ibadah secara ekstrem, seperti tidak tidur malam dan berpuasa setiap hari tanpa henti.

Namun Nabi Muhammad SAW menegur sikap tersebut karena ibadah harus dilakukan secara seimbang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved