Kamis, 11 Juni 2026

Era Smartphone Murah Terancam, Harga Komponen Naik & Rantai Pasok Terganggu

Industri smartphone global sedang memasuki fase perubahan besar akibat lonjakan harga chip memori karena booming AI dan tekanan geopolitik. 

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
SMARTPHONE MURAH - Ilustrasi smartphone murah yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI Chat GPT, Minggu (22/3/2026). 

Akibatnya, pasokan memori untuk perangkat konsumen seperti smartphone dan laptop menjadi lebih terbatas.

Lembaga riset TrendForce memperkirakan harga DRAM (memori utama pada ponsel dan komputer) naik hingga sekitar 90–95 persen dalam satu kuartal.

Sementara itu harga NAND flash (memori penyimpanan internal) meningkat sekitar 55–60 persen dalam periode yang sama.

Beberapa laporan industri bahkan menyebut harga DRAM dapat berubah dalam hitungan jam, terutama bagi pembeli kecil yang tidak memiliki kontrak pasokan jangka panjang.

Terbagi Dua Kelompok

Lonjakan permintaan AI membuat pasar memori global seolah terbagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama adalah perusahaan besar dengan daya beli tinggi, seperti penyedia layanan cloud dan produsen perangkat premium.

Perusahaan seperti Apple atau Samsung memiliki kontrak pasokan jangka panjang sehingga masih bisa mendapatkan prioritas distribusi memori.

Kelompok kedua adalah ratusan ribu perusahaan elektronik kecil dan menengah yang harus bersaing untuk mendapatkan sisa pasokan.

Kondisi ini membuat produsen smartphone dengan margin tipis semakin tertekan karena biaya komponen yang terus meningkat.

Model bisnis HP murah mulai terancam

Selama lebih dari satu dekade, produsen smartphone China membangun bisnis mereka dengan strategi “spesifikasi tinggi dengan harga murah”.

Perusahaan seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Honor berhasil menekan harga karena memanfaatkan rantai pasok global yang efisien dan biaya komponen yang relatif murah.

Namun model bisnis ini biasanya berjalan dengan margin keuntungan yang sangat tipis, terutama pada ponsel murah.

Ketika harga memori melonjak, margin tersebut langsung tergerus.

Laporan industri menyebut beberapa model ponsel baru kini dijual 100 hingga 600 yuan lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya.

Pada beberapa segmen kelas menengah, kenaikan harga bahkan mencapai sekitar 20 persen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved