TOPIK
Cerpen
-
Marimba
FAJAR hampir menyingsing. Deru angin terasa semakin dingin. Deburan ombak bantaian menjilati pasir pantai
-
Separuh Hari
AKU berjalan mengiringi ayahku, menggenggam tangan kanannya, berlari mengikuti langkah-langkahnya yang lebar
-
Sekularis Terakhir Di Mukim X
DALAM suatu perjalanan bisnis: tatkala Teuku Guteldel tengah masyuk membaca kolom berita yang bertajuk Het Nieuwe Turkije
-
Rendezvous
SENJA basah, petang hari yang diterpa gerimis. Udara dingin. Hawa dingin mulai menyelinap ke dalam tubuh
-
Hari-Hari yang Mencemaskan Yan
KABAR tentang maraknya penculikan anak akhir-akhir ini turut membuat kepala Yan puyeng
-
Maisarah
KUUTARAKAN isi hatiku pada Maisarah, betapa aku ikut prihatin atas nasib Bakong: Kusta merayap disekujur tubuh
-
Jengek
UDARA terasa segar hari ini. Marzuman menyisap rokoknya dengan perasaan menyenangkan
-
Kelingking
PULUHAN tahun telah berlalu, tetapi tinta ungu pada jari kelingking Samsul bin Ridwan tak juga bisa hilang
-
Musik Indonesia Hari Ini
MELIHAT hingar-bingar musik Indonesia dewasa ini menarik untuk dibahas dan dikritisi. Apalagi penggunaan kalimat ‘Musik Indonesia’
-
Pemburu Mephistopeles
Setelah gagal menjadi penulis, Jarimundir sering tidur di tikungan jalan. Menjelang tengah malam
-
Suara Siluman
MALAM merangkak perlahan di antara terpaan cahaya rembulan yang dingin dibalut embun
-
Makam di Bawah Pohon Tua
PADA siang hari saja, pohon itu nampak angker. Cahaya matahari yang menimpa pohon itu sering
-
Damaran
Sungai Damaran baru saja tenang setelah marah meluap-luap. Dua hari lalu airnya naik hingga beberapa meter. Semenjak
-
Pembunuhan!
PEMBUNUHAN! Pembunuhan! Seorang ibu berteriaksaat melewati jembatan Jambong dengan motor matiknya. Lampu depan motor langsung enerabas hutan
-
Abu Berpakaian Kantoran
BUNYI suara bel sepeda membuatku langsung melihat ke belakang. Beberapa meter daritempatku
-
Pasukan Cap Sauh
PERNAHKAH kau mendengar tentang Pasukan Cap Sauh? Tidak banyak lembaran sejarah
-
Air Terjun Perawan
BEGITU melihat dua mata air yang dipacangkan bambu, ingatan Zidar kembali ke masa lima tahun yang lalu
-
Ramalan
BUKU-BUKU tersusun rapi dirak. Di samping lemari baju, terdapat sebuah cermin yang
-
Lelaki Tua yang Menyimpan Luka di Tangan
Jika hari menjelang petang, anak-anak kampung Cot Jeumpa yang berusia belasan tahun
-
Rumah Tuhan
MESTINYA kukabarkan kepada kalian lebih panjang perihal petaka ini
-
Perhitungan dengan Ampon Lah
TERKUTUKLAH Ampon Lah! Seorang uleebalang yang telah meminang pujaanku, bungong jeumpa yang kelak akan menghias taman hatiku
-
Hantu Agam
SUDAH dua minggu lebih aku tak melihat sosok Agam. Terakhir ia berpamitan padaku untuk pulang
-
Cinta dalam Kardus
TANGAN mungil Nida begitu cekatan mengeluarkan barang-barang dari dalam kardus
-
Bila Bulan Bundar Benar
NYAKNI hanya mematung. Menopang tubuhnya dengan menggenggam erat langkan berkisi padamulut
-
Sebuah Danau di Tengah Hutan, Suatu Ketika
ILALANG meliuk-liuk mengikuti arah angin yang meniupnya
-
Kutu .
RUMAHKU dengan pasar hanya berjarak tiga ratus meter. Berada di sebelah timur,
-
Birong
DI SALAH satu stadiun sepakbola di Kota Sigli, pada suatu sore yang mendung, Birong, seorang polisi
-
Wanita dalam Sebuah Foto
AGUSTIAN merasa begitu lelah setelah seharian memindahkan barang – barangnya dari tempat tinggal yang lama
-
Maop .
MAOP menatap seorang wanita dari balik bayang rumah tua. Wanita itu terlihat waspada seperti sadar sedang diperhatikan
-
Pohon Hasan
SEKIRANYA itu tidak perlu, saya tidak akan mengenangnya,” tulisHayyan dalam sebuah catatan kecil