Minggu, 7 Juni 2026

Destinasi Wisata Aceh

Gua Sarang, Keindahan Sabang Tersembunyi di Pelukan Hutan

Di balik rimbunnya pepohonan dan hutan kecil, Gua Sarang menghadirkan panorama alam yang menakjubkan, menjadikannya destinasi favorit di Sabang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/AULIA PRASETYA
GUA SARANG - Panorama tebing dan batuan karang alami di kawasan Gua Sarang, Desa Iboih, Sabang, menghadirkan pemandangan menakjubkan yang menjadi daya tarik utama wisata alam di ujung barat Indonesia. Foto 30 Oktober 2025. 

Menurut Rizka, perjalanan menuju gua memang cukup menantang karena harus menuruni tangga dan melewati jalur berbatu, tetapi semua rasa lelah terbayar begitu sampai di lokasi. 

“Begitu sampai di bawah dan melihat pemandangannya, capek langsung hilang. Pokoknya, kalau ke Sabang belum ke Gua Sarang, rasanya belum lengkap,” tambahnya.

Bisa Lewat darat dan laut

Untuk mencapai Gua Sarang, wisatawan dapat memilih dua jalur yakni jalur darat dan jalur laut. Jika memilih jalur darat, perjalanan bisa dilakukan menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan. Sepanjang jalan, panorama alam Pulau Weh menjadi teman perjalanan yang luar biasa.

Hutan tropis, tanjakan dan turunan berkelok, serta sesekali kawanan monyet yang melintas di pinggir jalan menambah kesan petualangan tersendiri. Dari Pelabuhan Balohan, perjalanan menuju Gua Sarang memakan waktu sekitar 1 jam lebih dengan kendaraan roda dua atau empat.

Namun, bagi yang ingin pengalaman berbeda, jalur laut bisa menjadi pilihan menarik. Dari Iboih atau Gapang, wisatawan dapat menyewa perahu nelayan untuk menikmati perjalanan laut sambil menyaksikan tebing-tebing karang dari sisi lain Pulau Weh. Kadang, jika beruntung, lumba-lumba muncul di sekitar perairan, menambah kesan magis dari perjalanan ini.

“Selain snorkeling di Pulau Rubiah dan Tugu Nol Kilometer, Gua Sarang juga jadi destinasi favorit wisatawan. Banyak yang datang untuk hunting foto, snorkeling, atau sekadar bersantai menikmati udara laut yang segar,” kata Hafiz Noviansyah, pelaku usaha travel wisata di Sabang.

Menurut Hafiz, popularitas Gua Sarang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir karena banyaknya unggahan foto wisatawan di media sosial. 

“Banyak wisatawan dari luar Aceh yang penasaran setelah melihat foto-fotonya di Instagram. Bahkan ada yang datang jauh-jauh hanya untuk menikmati panorama Gua Sarang,” ujarnya.

GUA SARANG - Pengunjung berpose di antara tebing batu karang yang menjulang di kawasan wisata Gua Sarang, Sabang, 30 Oktober 2025. Tempat ini dikenal dengan panorama alamnya yang eksotis dan air laut berwarna biru jernih yang memanjakan mata.
GUA SARANG - Pengunjung berpose di antara tebing batu karang yang menjulang di kawasan wisata Gua Sarang, Sabang, 30 Oktober 2025. Tempat ini dikenal dengan panorama alamnya yang eksotis dan air laut berwarna biru jernih yang memanjakan mata. (SERAMBINEWS.COM/AULIA PRASETYA)

Panorama Laut dan Pesan Alam

Daya tarik utama Gua Sarang bukan hanya pada panorama laut dan tebing karangnya, tetapi juga pada suasana alami dan keheningan yang membuat siapa pun betah berlama-lama. Dari atas tebing, pengunjung dapat menikmati pemandangan Samudera Hindia yang luas dan biru, sementara dari bawah gua, suara ombak dan semilir angin laut menciptakan harmoni alam yang menenangkan.

Beberapa wisatawan memilih untuk berenang atau snorkeling di sekitar area gua. Air lautnya yang jernih memungkinkan wisatawan melihat ikan-ikan kecil yang berenang di antara terumbu karang. Namun, pada saat memasuki musim angin barat ombak di sekitar gua bisa cukup kuat terutama saat pasang, pengunjung disarankan untuk berhati-hati dan selalu memperhatikan petunjuk dari pemandu lokal.

Selain menjadi tempat wisata, kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi burung walet dan biota laut lainnya.

“Kami ingin Gua Sarang ini tetap alami dan berkelanjutan. Alamnya harus dijaga supaya bisa dinikmati anak cucu nanti,” tutur Tarmizi.

Untuk mencapai Sabang, wisatawan harus menyeberang dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan di Sabang. Tersedia dua jenis kapal yang bisa dipilih, yakni kapal cepat dan kapal feri (roro). Kapal cepat menempuh perjalanan sekitar 45 menit dengan tarif berkisar Rp100 ribu per orang, namun tidak diperbolehkan membawa kendaraan. Sementara itu, kapal feri (roro) menempuh waktu sekitar 1 jam 45 menit, dengan tarif yang lebih terjangkau yakni 35 ribu perorang serta dapat mengangkut kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tiba di Sabang, bila wisatawan tidak membawa kendaraan dapat dengan mudah menemukan berbagai layanan penyewaan kendaraan. Jalan menuju Gua Sarang sudah cukup baik, meski di beberapa titik menanjak dan berkelok. Namun, semua rasa lelah dalam perjalanan akan terbayar begitu sampai di lokasi dan melihat keindahan alam yang masih alami.

GUA SARANG - Wisatawan menikmati keindahan tebing dan laut biru di kawasan Gua Sarang, Desa Iboih, Sabang, destinasi eksotis yang menawarkan panorama alam menakjubkan di ujung barat Indonesia  Foto 30 Oktober 2025.
GUA SARANG - Wisatawan menikmati keindahan tebing dan laut biru di kawasan Gua Sarang, Desa Iboih, Sabang, destinasi eksotis yang menawarkan panorama alam menakjubkan di ujung barat Indonesia Foto 30 Oktober 2025. (SERAMBINEWS.COM/AULIA PRASETYA)

Keindahan Gua Sarang sering dibandingkan dengan destinasi kelas dunia seperti Raja Ampat atau Phuket. Meski tidak sebesar atau setenar dua lokasi itu, Gua Sarang memiliki pesona tersendiri yang membuat siapa pun terpesona. Air lautnya yang jernih, batuan karang yang artistik, serta udara sejuk khas Pulau Weh membuatnya layak disebut sebagai “surga kecil di ujung barat Indonesia.”.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved