Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO Kamboja Tuduh Thailand Tembaki Warga Sipil, 10 Warga Meninggal

Pemerintah Kamboja melaporkan setidaknya 10 warga sipilnya tewas dan 60 lainnya terluka akibat serangan di perbatasan.

Editor: Aldi Rani

SERAMBINEWS.COM - Konflik di perbatasan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas.

Pemerintah Kamboja melaporkan setidaknya 10 warga sipilnya tewas dan 60 lainnya terluka akibat serangan di perbatasan.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Letjen Maly Socheata mengatakan 10 warga sipil itu di antaranya seorang bayi.

Laporan itu disampaikan Socheata dalam konferensi pers pada Kamis (11/12).

Menurut Socheata, konflik di perbatasan Kamboja-Thailand kembali pecah sejak Minggu sore kemarin.

Serangan di perbatasan itu terus berlangsung hingga Kamis pagi. Kamboja menuduh Angkatan Darat Thailand telah menembakkan peluru artileri ke berbagai lokasi di Kamboja.

Termasuk area kuil-kuil tua seperti Kuil Preah Vihear yang berstatus sebagai warisan dunia UNESCO.

Eskalasi itu membuat ratusan ribu warga sipil terpaksa harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat perlindungan yang aman.

Kamboja juga menuduh tentara Thailand telah melanggar hukum humaniter internasional dengan menembaki warga sipil di Desa Prey Chan.

Oleh karena itu pemerintah Kamboja mendesak Thailand untuk menghentikan semua aktivitas permusuhan.

Sementara itu pemerintah Thailand justru menuduh balik Kamboja dengan mengatakan sengaja menggunakan situs bersejarah sebagai basis operasi militer, sehingga Thailand dianggap bersalah karena melanggar hukum internasional. (*)

Editor: Aldi Rani
VO: Dara Nazila

Baca juga: Perang dengan Thailand, Kamboja Tarik Semua Atlet dari SEA Games 2025

Baca juga: Perang Thailand Vs Kamboja Meluas, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga Mengungsi

Baca juga: Enam Kapal Perang TNI AL Sedang Belayar Membawa Bantuan ke Aceh

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved