Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO Banjir Aceh 2025: Mengapa Traumanya Lebih Berat dari Tsunami 2004?

Ratusan nyawa melayang dan ratusan ribu warga kini bertahan di pengungsian dalam kondisi megap-megap.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Bagi masyarakat Aceh, Desember bukan sekadar deretan angka di kalender. Desember adalah memori kelam tentang bencana dahsyat yang pernah meluluhlantakkan bumi Serambi Mekkah 21 tahun silam.

Tepat 26 Desember 2025 kemarin, kita kembali mengenang tragedi Tsunami 2004. Namun peringatan 21 tahun Tsunami Aceh tersebut terasa jauh lebih menyesakkan.

Di penghujung 2025, Aceh kembali dihantam duka. Banjir bandang dan longsor melumpuhkan Aceh Tamiang, Aceh Utara, hingga ke wilayah tengah seperti di Bener Meriah.

Dampaknya begitu masif hingga disebut-sebut sebagai 'Tsunami Darat'. 

Baca juga: 320 Perusahaan Tambang dan Sawit Beroperasi di Aceh, Sudah Bantu Apa untuk Korban Banjir? 

Ratusan nyawa melayang dan ratusan ribu warga kini bertahan di pengungsian dalam kondisi megap-megap.

Namun, di balik kehancuran fisik yang tampak di mata, ada luka yang lebih sunyi dan cukup dalam, yakni cedera psikologis. Dampaknya bahkan disebut lebih besar dari dampak yang ditimbulkan pasca tsunami 2004. 

Lantas apa yang mendasari dampak tersebut dan apa yang seharusnya diberikan kepada para korban untuk pemulihan trauma mereka?

Simak penjelasan dari Yulia Direzkia, M.Si., Psikolog yang merupakan seorang Psikolog Klinis RSUD dr. Zainoel Abidin bersama Yeni Hardika di Program Api Awe hanya di Youtube Serambinews.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved