Video
VIDEO Menembus Desa Terisolir, Xtrim Langsa Salurkan Bantuan
Komunitas pecinta mobil offroad dari Xtrim Langsa, Sabtu (27/12/2025) coba menembus Desa Rantao Panjang melalui jalur darat.
Selain jalan hancur berlumpur dan batu cadas, tim harus melewti 5 jembatan kayu darurat yang hanya pas-pasan ditapaki roda mobil.
Sebelum 2 kilometer lagi tiba ke Desa Rantau Panjang Bedari ini, di tengah malam itu perjalanan Tim Xtrim Langsa terhenti disebuah bukit tinggi yang juga mengalami longsor parah membelah jalan.
Di bukit tersebut, akhirnya masyarakat desa ini bersama Keuchik Said dan perangkat desa lainnya menemui Tim Xtrim yang beranggotakan Wahyu Hidayat Lubis, Saiful atau Pol Badak, dan Zubir, serta kru untuk dilakukan penyerahan bantuan.
Bahkan 1 unit jeep jimny harus menginap semalam di jalan menuju Desa Rantau Panjang Bedari, karena mengalami kerusakan.
Sedangkan 1 jeep lainnya, malam itu juga kembali ke Langsa untuk mencari sperpart dan bantuan Anto Mekanik yang langsung datang ke lokasi esoknya, Minggu (28/12/2025) siang.
Sementara bantuan sembako berupa beras, migor, makanan ringan, susu, cabai, sayur, dan lainnya diserahkan Wahyu Hidayat Lubis, yang deterima langsung Keuchik Desa Rantau Panjang, Said Ridwan.
Keuchik Desa Rantau Panjang, Said Ridwan, malam itu, menyampaikan terimakasih kepada tim Extrim Langsa yang telah bersusah payah datang ke desa mereka untuk membantu masyarakat korban banjir di sana.
Menurutnya, ada sekitar 60 unit rumah warga di dua dusun berdekata dengan sungai Desa Rantau Panjang ini rusak parah dan ada yang hanyut dibawa air setinggi 5-6 meter dan kayu-kayu tumbang yang terbawa hanyut.
"Alhamdulillah, warga semua selamat saat banjir besar itu, namun ada sekitar 60 unit dari total 183 unit rumah warga yang rusak dan hanyut, sekarsng mereka tinggal di tenda darurat yang kita bangun bersama masyarakat," jelasnya.
Akses menuju desa itu, jelas Keuchik Said, memang sangat sulit, jalan yang ada tembus ke Blang Tualang belum sepenuhnya terbangun, ditambah berapa jembatan kayu darurat yang kini sebagian juga telah dibawa air.
Selama ini, warga memilih berbelanja bahan pokok makanan dan keperluan lainnya melalui jalur sungai menuju Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, karena hanya akses jalur sungai ini yang sedikit memudahkan.
Kemudian selama paska banjir, bantuan sembako dari Pemerintah harus mereka ambil dari kawasan Aceh Tamiang, karena akses jalan darat dari Aceh Timur memang sama sekali tidak bisa dilalui.
"Bupati Aceh Timur Pak Alfarlaki kabarnya dalam waktu dekat akan datang ke sini dengan komunitas trail, karena jalan darat ke daerah kami memang tidak bisa dilalui dengan mobil," pungkasnya.
Banjir besar akhir tahun 2025 ini telah melenyapkan sebagian besar lahan pertanian warga di sana, terutama tanaman nilam yang selama ini dikembangkan petani Desa Rantau Panjang Bedari.
Masyarakat yang berada di salah satu wilayah pedalaman atau daerah terpencil dan sulit diakses itu, sekarang harus kembali memulai dari awal untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
| VIDEO - Jembatan Bailey Kutablang Rusak, Arus Kendaraan Lumpuh Hingga 6 Jam |
|
|---|
| VIDEO Serangan Israel Hantam Sejumlah Kota Lebanon Selatan |
|
|---|
| VIDEO - Gaji Rp300 Ribu Tak Dibayar Berbulan-bulan, Guru PPPK Ini Akhirnya Pecah Emosi |
|
|---|
| VIDEO - Eks Polwan Kembali Bikin Heboh, Warga BTN Tinggede Permai Resah |
|
|---|
| VIDEO - Tingkah Polos Bocah Saat Lihat Video Bahlil Lahadalia Bikin Netizen Ketawa |
|
|---|