Senin, 11 Mei 2026

Video

VIDEO Mahasiswa Desak DPRA:Aceh Butuh Status Bencana Nasional

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aceh Bergerak, menggelar aksi demonstrasi, menuntut ditetapkannya status bencana banjir

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Fadia Azzahara

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Aceh Bergerak, menggelar aksi demonstrasi, menuntut ditetapkannya status bencana banjir dan tanah longsong di Sumatera, khususnya Aceh, menjadi Bencana Nasional di Gedung DPRA, Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

Para mahasiswa yang berasal dari sejumlah kampus di Aceh ini berkonvoi dari titik kumpul Stadion Haji Dimurthala Lampineung, menuju titik aksi di Gedung DPRA menggunakan satu unit mobil bak terbuka dan puluhan sepeda motor. 

Koordinator Aksi, Ali Hasyimi dalam orasinya menyampaikan, penetapan status ini sangat penting bagi Aceh dan Sumatera, karena kondisi pemulihan diperkirakan akan memakan waktu cukup lama, bisa lebih dari lima tahun bila tidak ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Baca juga: Ini Lokasi Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat di Lhokseumawe, Luas Lahan 8 Hektare

"Kita sudah melihat rakyat Aceh tidur di tenda tengah lumpur, kekurangan makanan, sampai kapan kita biarkan kawan-kawan. Untuk itu, kami menuntut tetapkan segera status Bencana Nasional," ujar Ali.

Dalam petisinya, para mahasiswa mendesak DPRA segera menyurati pemerintah pusat, untuk bencana Aceh ditetapkan statusnya menjadi Bencana Nasional. “Kami beri waktu 3x24 jam, kalau dalam tiga hari ini tidak ditindaklanjuti, kami akan kembali dan membawa massa yang lebih banyak lagi,” teriak Ali.

Koordinator Aksi itu menyampaikan, terlebih sekitar dua bulan lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, bila pemulihan tidak segera dilaksanakan melalui penetapan Bencana Nasional, kondisi penanganan korban bencana ini akan sulit dan lambat ke depannya. “Segera surati pusat, tetapkan sebagai Bencana Nasional,” tegasnya lagi.

Pihaknya juga menilai, pemerintah pusat kerap menghambat bantuan asing dengan alasan berbagai mekanisme. Untuk itu, aksi demonstrasi ini ditujukan sebagai bentuk ekspresi menyuarakan keresahan para mahasiswa dan masyarakat selama ini, sekaligus meminta DPRA bersuara ke pusat. “Dan sekarang kawan-kawan juga bisa melihat sendiri, DPRA belum membuka suara terkait Bencana Nasional ini,” ucap Ali.

Baca juga: Sambut Tahun Baru 2026, Kapolres Abdya Larang Pesta Kembang Api, Konvoi, dan Balap Liar

Petisi itu kemudian ditandatangani Anggota DPRA yang menyambut para demonstran terdiri dari Iskandar Ali, Hasballah, dan Arif Fadillah. Dalam sambutannya, Anggota Komisi III, Hasballah menyampaikan, apa yang dirasakan para mahasiswa juga turut dirasakan para dewan di DPRA.

Bahkan dikatakannya, dari sebanyak 81 anggota DPRA, hanya tiga yang berada di Banda Aceh, karena semuanya berangkat ke daerah membantu para korban bencana. “Untuk itu, Aceh harus ditetapkan statusnya menjadi Bencana Nasional, ini akan kami sampaikan,” ucap lantang Hasballah.

Aksi demonstrasi yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini berlangsung damai. Massa membubarkan diri sekitar pukul 17.14 WIB sore usai pembacaan doa yang dipimpin Kapolsek Kuta Alam, AKP Suriya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved