Video
VIDEO - Polisi Rekonstruksi Penembakan Penjual Bakso di Lhokseumawe
Kasus penembakan yang menewaskan Muhammad Nasir diduga berkaitan dengan transfer uang senilai Rp 90 juta.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe telah melaksanakan rekonstruksi penembakan terhadap penjual bakso Muhammad Nasir di Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat. Rekonstruksi yang digelar pada Senin (19/1/2026) itu memeragakan lima adegan, mulai dari persiapan hingga eksekusi di tempat kejadian perkara.
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe menjelaskan, reka ulang memperagakan perjalanan tersangka yang berangkat dari Bireuen, singgah di Lhokseumawe untuk menyerahkan senjata di sebuah SPBU, hingga tiba di rumah korban. Rekonstruksi ini bertujuan menguraikan peran tersangka dan keterangan saksi, serta penyebab kematian korban.
Hingga saat ini, polisi telah mengamankan tiga orang tersangka dengan peran berbeda. Satu tersangka diduga sebagai eksekutor, satu sebagai pemilik kendaraan, dan satu lagi sebagai pendamping saat eksekusi.
Tersangka berinisial AG sebelumnya ditangkap di Kabupaten Bireuen pada 13 November 2025. Pelaku sempat berencana melarikan diri ke luar negeri usai penembakan, namun mobil yang disiapkan untuk pelarian berhasil diamankan polisi.
Kasus penembakan yang menewaskan Muhammad Nasir diduga berkaitan dengan transfer uang senilai Rp90 juta yang dikirim kepada korban pada 7 November 2025. Investigasi awal menyebutkan korban telah menggunakan Rp 30 juta dari uang tersebut untuk membayar utang.
Korban dan pelaku sempat bertemu pada 9 November 2025 untuk membahas persoalan uang itu, namun tidak menemui kesepakatan. Muhammad Nasir kemudian menjadi korban penembakan dua kali yang mengenai lengan dan leher hingga menembus kepala, dan meninggal di tempat kejadian.
Polisi telah mengamankan satu pucuk senjata api laras pendek beserta tiga butir peluru aktif. Menurut pengakuan tersangka, senjata itu awalnya berisi enam peluru, dengan dua di antaranya digunakan untuk menembak korban. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar