Selasa, 12 Mei 2026

Video

VIDEO - Diduga Ada WNA Vietnam Kuasai Tambang Emas Ilegal di Aceh Jaya

aktifitas penambangan emas menggunakan alat berat ini sendiri sudah menyebabkan kerusakan parah Daerah Aliran Sungai (DAS)

Tayang:
Penulis: Riski Bintang | Editor: Teuku Raja Maulana

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Aktifitas pertambangan emas secara ilegal saat ini terus terjadi disejumlah titik di kabupaten Aceh Jaya.

Salah satunya, terjadi dikawasan Gampong Karueng Ateuh dan Meudang Ghon, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.

Dilaporkan, aktifitas penambangan emas menggunakan alat berat ini sendiri sudah menyebabkan kerusakan parah Daerah Aliran Sungai (DAS).

Baca juga: Hutan di Aceh Dibuka untuk Sawit dan Tambang Ilegal, Tingkatkan Risiko Bencana Hidrometeorologi

Dalam video yang salinannya diterima Serambinews.com, memperlihatkan kondisi sungai yang sudah rusak akibat dari eskavator yang melakukan penggalian untuk mendapatkan emas di kawasan tersebut.

Dalam video itu, salah satu masyarakat yang merupakan penambang emas tradisional menyebutkan, jika lokasi dan eskavator yang ada dilokasi merupakan milik Warga Negara Asing (WNA) yang disebut berasal dari Vietnam.

"Beginilah kondisi sungai, dan itu merupakan escavator milik orang Vietnam," jelasnya seperti yang dikutip dalam video tersebut.

Tidak hanya aktifitas penambangan emas secara ilegal, masyarakat menyebutkan jika dikawasan itu juga terjadi aktifitas pembalakan liat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Salah satu sumber masyarakat menyebutkan, jika tidak hanya pemilik, namun seluruh pekerja di lokasi tambang ilegal tersebut merupakan WNA asal Vietnam.

Tidak hanya bekerja, mereka juga diketahui ikut membawa istri ke lokasi penambangan emas ilegal tersebut.

"Sudah lama mereka disitu, itu yang kerja orang Vietnam semua, hanya juru masak yang orang kita, selain itu mereka semua," jelasnya.

"Bahkan kemarin mereka sempat membawa perempuan ke lokasi, kami tidak tahu itu istri mereka atau bukan, hanya saja kami tegur dan sudah diturunkan para perempuan tersebut," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved