Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO Rusia Peringatkan AS dan Iran Tempuh Jalur Diplomasi Bukan Perang

Rusia buka suara mengenai meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran

Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Rusia buka suara mengenai meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Kremlin menyerukan agar AS dan Iran memprioritaskan jalur diplomasi di tengah kondisi ini.

Hal ini diungkapkan oleh Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (29/1/2026).

Pernyataan Peskov merespons kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menerapkan strategi tekanan maksimum terhadap Teheran.

Termasuk sanksi ekonomi berat, tekanan diplomatik dan ultimatum soal program nuklir Iran.

Ketegangan ini memicu ketakutan pemimpin global termasuk pemerintah Rusia.

Baca juga: VIDEO Ratusan Rudal Bawah Laut Iran Bakal Sambut Kapal Induk Amerika

Mereka khawatir jika penggunaan kekerasan terhadap Iran akan memicu reaksi berantai.

Selain faktor keamanan, Rusia juga menilai kepentingan ekonomi global menjadi pertimbangan utama.

Lantaran, setiap eskalasi di Timur Tengah berisiko mengganggu jalur energi strategis dan memicu gejolak harga minyak dunia.

Situasi tersebut dinilai merugikan banyak negara, termasuk Rusia, yang berkepentingan menjaga stabilitas pasar energi.

Oleh karena itu, Moscow mendesak kedua belah pihak untuk mengupayakan perundingan terkait program nuklir Iran melalui mekanisme politik tanpa harus menggunakan tekanan militer.


Artikel ini telah tayang di Jubir Putin Desak Perundingan AS–Iran, Peringatkan Risiko Kekacauan Jika Kekerasan Digunakan, 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved