Jumat, 5 Juni 2026

Video

VIDEO - AS Siapkan Serangan Raksasa ke Iran? Ancaman Operasi Berminggu-minggu Menguat

Salah satu indikator peningkatan tensi adalah pergerakan kapal induk terbaru dan terbesar milik Angkatan Laut AS

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Nasib Teheran kini disebut-sebut sangat bergantung pada hasil perundingan program nuklir dengan Washington.

Jika diplomasi menemui jalan buntu, Amerika Serikat diduga tengah menyiapkan opsi militer berskala besar yang diklaim jauh lebih dahsyat dibandingkan konfrontasi sebelumnya.

Sejumlah sumber menyebutkan, Washington saat ini bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer berkelanjutan terhadap Iran. Operasi tersebut bahkan disebut bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bukan sekadar serangan terbatas.

Baca juga: VIDEO Iran Sebut Amerika Sedang Terapkan Hukum Rimba, Abaikan Hukum Internasional

Skala rencana yang disiapkan dinilai jauh lebih besar dibanding ketegangan militer yang pernah terjadi antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini pun memicu kekhawatiran meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah, di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.

Salah satu indikator peningkatan tensi adalah pergerakan kapal induk terbaru dan terbesar milik Angkatan Laut AS, USS Gerald R. Ford, yang dikabarkan menuju kawasan Timur Tengah. Kehadiran kapal induk tersebut menjadikannya kapal induk kedua yang dikerahkan Amerika Serikat ke wilayah itu dalam waktu berdekatan.

Tak hanya kapal induk, Washington juga dilaporkan telah mengirimkan ribuan personel tambahan, jet-jet tempur, kapal perusak rudal berpemandu, serta pesawat pengintai dalam beberapa pekan terakhir.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Amerika Serikat ingin menunjukkan kesiapan penuh jika negosiasi nuklir dengan Iran benar-benar gagal mencapai kesepakatan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai dimulainya operasi militer. Namun, pengerahan kekuatan besar-besaran tersebut menjadi tanda bahwa situasi dapat berubah cepat, bergantung pada arah diplomasi kedua negara dalam waktu dekat.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved