Rabu, 13 Mei 2026

Video

VIDEO - Power Bank Terbang Pertama di Dunia, Hasilkan Listrik dari Langit 2.000 Meter

Dalam uji penerbangan tersebut, sistem ini dilaporkan mampu menghasilkan listrik sebesar 385 kilowatt hour (kWh)

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Perusahaan teknologi asal China mencatat terobosan baru di bidang energi terbarukan dengan menciptakan power bank atau bank daya pertama yang mampu terbang di langit. Inovasi tersebut menjadi sorotan karena memadukan teknologi penerbangan dengan sistem pembangkit listrik berbasis angin di ketinggian.

Teknologi ini diberi nama Stratosphere Airborne Wind Energy System (SAWES) S2000. Sistem tersebut dikembangkan oleh perusahaan rintisan berbasis di Beijing, Beijing Linyi Yunchuan Technology, yang fokus pada pengembangan energi ramah lingkungan.

SAWES S2000 dirancang untuk beroperasi di ketinggian tertentu guna memanfaatkan potensi angin yang lebih stabil dan kuat dibandingkan di permukaan tanah. Konsep ini memungkinkan perangkat berfungsi layaknya pembangkit listrik terbang yang dapat menyimpan sekaligus menyalurkan energi.

Baca juga: VIDEO China Perkuat Pertahanan Iran, Produksi Rudal Teheran Capai 300 Unit per Bulan

Pada Sabtu, 24 Januari 2026, SAWES S2000 sukses menjalani uji terbang dan mencapai ketinggian hingga 2.000 meter. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi energi berbasis udara di China.

Dalam uji penerbangan tersebut, sistem ini dilaporkan mampu menghasilkan listrik sebesar 385 kilowatt hour (kWh). Angka ini menunjukkan potensi signifikan untuk pemanfaatan energi angin di lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Daya sebesar 385 kWh itu diklaim cukup untuk memasok kebutuhan listrik hingga 1.500 rumah tangga secara bersamaan. Jika klaim ini terbukti konsisten dalam pengujian lanjutan, teknologi tersebut berpeluang menjadi solusi alternatif bagi wilayah terpencil atau daerah dengan akses listrik terbatas.

Keberhasilan uji terbang SAWES S2000 menandai langkah maju dalam inovasi energi terbarukan global. Pengembangan lebih lanjut dan uji coba berkelanjutan akan menentukan sejauh mana teknologi ini dapat diimplementasikan secara komersial di masa depan.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved