Kamis, 16 April 2026

Video

VIDEO - Pembukaan Konferwil XV, Gus Yahya Tekankan Kontribusi NU di Masa Pemulihan Aceh

Gus Yahya agar pengurus wilayah NU di Aceh bisa berkontribusi besar terhadap pemulihan pascabencana

Penulis: Sara Masroni | Editor: Teuku Raja Maulana

Laporan Wartawan Serambi Indonesia | Sara Masroni

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya agar pengurus wilayah NU di Aceh bisa berkontribusi besar terhadap pemulihan pascabencana.

“Bagaimana mengikhtiarkan kontribusi NU, lebih jauh lagi yakni membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap ekologis sebagaimana tema Konferwil kali ini,” ucap Gus Yahya.

Hal ini disampaikannya saat pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XV mengusung tema “Melalui Konferwil NU Aceh ke-XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat” di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar, Minggu (15/2/2026) malam.

Baca juga: Awal Puasa Ramadhan 1447 H di Indonesia Versi Muhammadiyah, Pemerintah, NU, dan BRIN

Ia juga berkelar, agar Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal melanjutkan kepemimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh.

“Lem Faisal lagi saja sudah, cari yang lain lagi seperti Lem Faisal, repot,” ucap Gus Yahya berkelakar disambut tawa para peserta Konferwil.

Ketum PBNU itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus, terutama dalam lima tahun terakhir kepemimpinan Tgk H Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled Nu sebagai Rais Syuriyah, dan Tgk Faisal sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh.

“Suasana sangat sejuk bagi warga Nahdlatul Ulama Aceh, keberadaan ulama juga menjadi sangat diapresiasi oleh masyarakat, terbukti para ulama mendapat kehormatan memimpin lembaga-lembaga yang luas di Aceh,” ucap Gus Yahya.

Sementara Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal atau Abu Sibreh itu menyampaikan, ada dua poin penting dalam kegiatan ini yakni bahtsul masail (musyawarah ilmiah).

“Pertama tema (pemanfaatan kayu) barang-barang yang dibawa oleh banjir bandang itu, kedua bagaimana ekologis dalam prinsip keislaman. Kedua tema ini beririsan dengan banjir yang terjadi,” ucap Lem Faisal.

Dikatakan, bila selesai dibahas, masyarakat punya pegangan yang akan menempatkan hukum agama pada kedua masalah itu.

“Masyarakat muslim tidak mau melakukan apapun yang tidak sejalan agama kita, jadi hasil bahtsul masail ini menjadi pegangan bagi siapapun yang terlibat,” pungkasnya.(rn)

Diketahui Konferwil NU Aceh XV ini akan berlangsung hingga 18 Februari 2026 mendatang. Terlihat hadir beberapa tokoh mulai dari Waled Nu, Kakanwil Kemenag Aceh Azhari, Anggota DPR RI TA Khalid, Senator DPD RI asal Aceh Tgk Ahmada hingga Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Zahrol Fajri.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved