Selasa, 9 Juni 2026

Video

VIDEO - AS Siapkan Operasi Panjang ke Iran, Dua Kapal Induk dan Jet Tempur Disiagakan

Pentagon diketahui mengirim tambahan kelompok kapal induk ke kawasan, termasuk USS Gerald R. Ford

Tayang: | Diperbarui:

SERAMBINEWS.COM - Militer Amerika Serikat dilaporkan tengah mematangkan skenario operasi militer jangka panjang terhadap Iran, yang bisa berlangsung selama berminggu-minggu jika mendapat lampu hijau dari Presiden AS, Donald Trump.

Menurut sejumlah sumber, rencana tersebut berpotensi berkembang menjadi konflik yang jauh lebih besar dibandingkan eskalasi sebelumnya. Langkah ini dipandang sebagai peningkatan ketegangan signifikan di kawasan Timur Tengah, terlebih dilakukan saat jalur diplomasi masih terus dibuka.

Pekan lalu, delegasi Washington dan Teheran sempat bertemu di Oman untuk membahas isu program nuklir Iran. Namun, di tengah perundingan yang belum membuahkan terobosan berarti, pengerahan kekuatan militer AS justru semakin masif.

Baca juga: VIDEO - Trump dan Netanyahu Sepakat Kepung Iran, China Terseret dan Hubungan Global Memanas

Pentagon diketahui mengirim tambahan kelompok kapal induk ke kawasan, termasuk USS Gerald R. Ford yang dijadwalkan bergabung dengan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah. Kehadiran dua kapal induk sekaligus mempertegas sinyal kesiapan tempur Negeri Paman Sam.

Tak hanya itu, personel tambahan, jet tempur, kapal perusak berpeluru kendali, hingga pesawat pengintai turut dikerahkan dalam beberapa pekan terakhir. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penguatan postur militer dan kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan.

Dalam pernyataannya, Trump mengakui bahwa mencapai kesepakatan dengan Iran bukan perkara mudah. Ia menegaskan bahwa dalam situasi tertentu, tekanan keras memang diperlukan untuk memaksa perubahan sikap.

Bahkan, Trump sempat menyinggung kemungkinan perubahan rezim di Iran sebagai opsi yang “mungkin terbaik” bagi stabilitas kawasan. Saat ditanya soal target fasilitas nuklir Iran, ia mengklaim sebagian besar telah dihancurkan dalam operasi sebelumnya.

Kombinasi antara diplomasi yang berjalan tersendat dan pengerahan kekuatan militer besar-besaran membuat situasi kian tegang. Dunia kini menanti, apakah langkah Washington akan berhenti pada tekanan strategis, atau benar-benar berubah menjadi konfrontasi berskala luas. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved