Minggu, 19 April 2026

Video

VIDEO - Panglima Iran Ingatkan AS: Perang Baru Akan Jadi ‘Pelajaran Mahal’ bagi Donald Trump

Sejumlah pejabat keamanan AS dikabarkan menyarankan agar langkah militer ditunda hingga kesiapan pasukan benar-benar optimal

SERAMBINEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait meningkatnya ketegangan kedua negara. Ia menegaskan, setiap perang baru yang dipicu Washington akan menjadi pelajaran berat bagi Presiden AS, Donald Trump.

Dalam pernyataannya pada Minggu (15/2), Mousavi menyebut konflik terbuka bukan hanya akan merugikan kawasan, tetapi juga akan mencegah Trump mengulangi ancaman serupa di berbagai belahan dunia. Ia bahkan meragukan konsistensi retorika perang yang disampaikan Gedung Putih.

Menurutnya, jika Washington benar-benar berniat melanjutkan jalur diplomasi, maka ancaman militer seharusnya tidak terus digaungkan. Mousavi mempertanyakan mengapa pembicaraan negosiasi masih dibahas, sementara opsi serangan tetap berada di atas meja.

Baca juga: VIDEO - Trump dan Netanyahu Sepakat Kepung Iran, China Terseret dan Hubungan Global Memanas

Sebelumnya, Trump mengakui bahwa mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran bukan perkara mudah. Ia juga memperingatkan bahwa Iran bisa menghadapi serangan apabila menolak membatasi program nuklirnya.

Meski demikian, sejumlah pejabat keamanan AS dikabarkan menyarankan agar langkah militer ditunda hingga kesiapan pasukan benar-benar optimal. Laporan menyebutkan sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara Amerika Serikat saat ini berada di kawasan Timur Tengah.

Sebagian dari pasukan tersebut dilaporkan masih menghadapi keterbatasan sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi potensi serangan balasan. Di saat bersamaan, pesawat pembom siluman B-2 serta sejumlah armada tempur lainnya telah disiagakan.

Tak hanya itu, beberapa kapal induk dan jet tempur Amerika Serikat kini berada dalam tingkat kesiapsiagaan lebih tinggi dari biasanya. Situasi ini membuat ketegangan antara Washington dan Teheran semakin memuncak, dengan risiko eskalasi yang kian nyata.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved